Eagle High (BWPT) Siapkan Kuasi Reorganisasi untuk Hapus Defisit Rp3,71 Triliun

PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) berencana melaksanakan kuasi reorganisasi untuk menghapus saldo defisit Rp3,71 triliun, seiring dengan upaya memperbaiki struktur ekuitas dan memperkuat posisi keuangan perseroan.

Berdasarkan keterbukaan informasi BWPT yang diterbitkan di Jakarta, Kamis (21/5), rencana melakukan kuasi reorganisasi tersebut akan menggunakan laporan posisi keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025. Manajemen menilai, langkah ini untuk memberikan gambaran posisi keuangan yang lebih mencerminkan kondisi aktual dan mendukung keberlangsungan usaha perseroan.

Seperti diketahui, per 31 Desember 2025 jumlah saldo defisit BWPT sebesar Rp3,71 triliun yang berasal dari akumulasi rugi tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini dipengaruhi tekanan keuangan akibat ekspansi usaha, peningkatan kewajiban keuangan dan beban bunga, dinamika eksternal, dampak pandemi Covid-19, serta upaya optimalisasi portofolio bisnis.

Namun selama tiga tahun tahun terakhir kinerja BWPT menunjukkan tren pemulihan, tercermin dari laba tahun berjalan di 2023 sebesar Rp159,97 miliar dan meningkat menjadi Rp272,13 miliar pada 2024. Lalu meningkat lagi di Tahun Buku 2025 menjadi Rp379,11 miliar pada, sehingga rata-rata laba tahunan selama tiga tahun mencapai Rp270,4 miliar.

Pada 2025, emiten di bawah kendali PT Rajawali Capital Internasional dan FIC Properties Sdn Bhd ini membukukan pendapatan Rp5,76 triliun atau meningkat sekitar 33,9 persen dibanding setahun sebelumnya Rp4,3 triliun. Sementara itu, laba usaha tahun lalu tercatat Rp1,19 triliun dari Rp926,51 miliar pada Tahun Buku 2024.

Emiten yang sahamnya juga dimiliki PT Rajawali Kapital Agro ini mengungkapkan, peningkatan kinerja dipengaruhi kenaikan harga minyak nabati global, termasuk minyak sawit dan implementasi berbagai inisiatif strategis. Hal ini meliputi peningkatan fasilitas produksi, pengembangan infrastruktur pendukung seperti jalan dan jembatan, penyelesaian pembangunan extension pabrik kelapa sawit hingga investasi alat berat.

Lebih lanjut manajemen BWPT menyampaikan, rencana kuasi reorganisasi akan dilakukan melalui eliminasi defisit sebesar Rp3,71 triliun dengan menggunakan agio saham yang tercatat sebagai bagian tambahan modal disetor. Rencana pelaksanaan kuasi reorganisasi tersebut akan diajukan untuk mendapatkan persetujuan RUPS Luar Biasa pada 29 Juni 2026.

Secara proforma, kuasi reorganisasi tersebut tidak mengubah total aset, liabilitas maupun ekuitas BWPT. Total aset tetap sebesar Rp10,18 triliun, liabilitas Rp7,35 triliun dan ekuitas Rp2,83 triliun. Perubahan utama terjadi pada struktur ekuitas, yakni tambahan modal disetor menurun menjadi Rp307,13 miliar dari sebelumnya Rp4,02 triliun, sedangkan defisit dieliminasi menjadi nol.

Manajemen BWPT mengungkapkan, kuasi reorganisasi akan memberikan dampak positif, karena memungkinkan bagi perseroan untuk memulai awal baru dengan laporan keuangan yang tidak lagi dibebani akumulasi kerugian masa lalu. Selain itu, penghapusan defisit diharapkan membuka peluang pembagian dividen kepada pemegang saham, serta meningkatkan kepercayaan investor, kreditor dan mitra usaha.

Ke depan, BWPT juga akan menyiapkan sejumlah langkah ekspansi dan penguatan operasional. Perseroan sudah menyelesaikan pembangunan extension pabrik kelapa sawit pada 2025 dan menargetkan pembangunan Pabrik Pengolahan Inti Sawit (KCP) selesai pada 2026. Fasilitas ini akan mendukung hilirisasi melalui produksi Palm Kernel Oil (PKO) dan Palm Kernel Meal (PKM). (*)

Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top