
RollingStock.ID – PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) mengaku, rencana pemerintah menunjuk BUMN sebagai eksportir tunggal komoditas batubara berpotensi menghambat penyusunan kontrak baru dan berdampak negatif terhadap likuiditas perseroan.
Menurut Corporate Secretary SGER, Michael Harold dalam keterangannya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), kebijakan tersebut dapat mempengaruhi proses perumusan kontrak baru dengan penjual atau pemasok, karena tugas dan tanggung jawab BUMN sebagai eksportir tunggal belum terinformasi secara jelas.
Selain itu, lanjut Harold, peraturan perundang-undangan dan aturan pelaksana terkait kebijakan tersebut juga belum diterbitkan, sehingga SGER belum bisa memastikan besaran dampaknya. “Hal tersebut mengakibatkan belum dapat melihat dampaknya bagi perseroan,” tulis Harold.
Meski demikian, dia menilai bahwa rencana kebijakan tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) itu belum menjadi ancaman langsung terhadap kelangsungan usaha SGER. Harold mengklaim, perseroan memiliki model bisnis yang adaptif dan jaringan pemasok yang mampu menyesuaikan struktur transaksi.
Pada sisi operasional, dampak yang berpotensi terjadi adalah penyesuaian kontrak dengan pelanggan, sehingga menyebabkan alur transaksi menjadi lebih panjang. Harold menambahkan, kebijakan tersebut bisa mempengaruhi kondisi keuangan dan likuiditas, karena arus kas harus terlebih dahulu melalui BUMN sebelum pembayaran dari pelanggan diterima SGER.
Perseroan juga memperhatikan sejumlah risiko pada masa transisi, termasuk perubahan alur dokumentasi ekspor, komunikasi dengan pembeli luar negeri, potensi kebutuhan amendemen kontrak hingga risiko interpretasi regulasi. Sebagai langkah mitigasi, SGER menyiapkan sejumlah rencana, mulai dari monitoring perkembangan aturan, pemetaan kontrak ekspor, skema pembayaran hingga dokumen ekspor.
Menurut Harold, pihaknya juga membuka peluang kerjasama komersial dengan BUMN ekspor, termasuk melalui supply aggregation, marketing support, sourcing, koordinasi logistik maupun fasilitasi komersial. Selain itu, SGER menyiapkan skenario pengalihan pasar ke domestik apabila ekspor mengalami hambatan sementara, serta melakukan stress test terhadap margin, arus kas dan modal kerja. (*)
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary
