Tergerus Lonjakan Beban di 1Q26, Laba Bersih MINE Turun Jadi Rp61,95 Miliar

PT Sinar Terang Mandiri Tbk – (Foto: Dokumentasi MINE)

RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) membukukan laba bersih Rp61,95 miliar atau menurun dibandingkan dengan capaian di Kuartal I-2025 sebesar Rp62,29 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan MINE untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, emiten di bawah kendali PT Mitra Berkarya Sukses Selalu ini mencatatkan pendapatan Rp676,2 miliar atau meningkat 18,1 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2025 senilai Rp572,75 miliar.

Namun, beban pokok pendapatan justru meningkat lebih tinggi sebesar 21,8 persen (year-on-year) menjadi Rp557,9 miliar. Dengan demikian, laba bruto yang dicatatkan MINE di Kuartal I-2026 menjadi Rp118,3 miliar atau mengalai kenaikan terbatas 3,1 persen dibandingkan Kuartal I-2025 sebesar Rp114,78 miliar.

Pada periode Januari-Maret 2026, emiten yang sahamnya dimiliki investor individu Clarissa Blandina Sumendap mencatatkan beban usaha Rp30,32 miliar atau melonjak 158,4 persen (y-o-y). Sehingga, laba usaha MINE melorot 14,6 persen menjadi Rp87,98 miliar dari Rp103,05 miliar pada periode Januarti-Maret 2025.

Pada sisi lain, beban keuangan perseroan di Kuartal I-2026 tercatat membengkak 33,8 persen (y-o-y) menjadi Rp17,69 miliar. Alhasil, kondisi ini memicu terciptanya tambahan tekanan terhadap laba sebelum pajak penghasilan menjadi Rp72,34 miliar alias merosot 9 persen (y-o-y).

Dengan adanya jumlah pajak penghasilan (neto) di 1Q26 sebesar Rp10,39 miliar, maka laba bersih periode berjalan yang dibukukan emiten yang sahamnya dimiliki Borneo Prima Pte Ltd dan PT Harimas Tunggal Perkasa ini menjadi Rp61,95 miliar atau menurun 0,5 persen dibandingkan dengan raihan di 1Q25 sebesar Rp62,29 miliar.

Dari sisi neraca, jumlah ekuitas MINE per 31 Maret 2026 tercatat Rp996,57 miliar atau bertumbuh 6,6 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 senilai Rp934,94 miliar. Hingga akhir Kuartal I-2026, total liabilitas sebesar Rp989,02 miliar atau bisa ditekan 13,4 persen (year-to-date), namun masih didominasi kewajiban jangka pendek sebesar Rp647,68 miliar.

Per 31 Maret 2026, total aset MINE mencapai Rp1,99 triliun atau menurun 4,4 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan setara kas sebesar Rp346,07 miliar atau melonjak 104,4 persen dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2025 yang senilai Rp169,33 miliar.

Apabila mengacu pada cash flow di periode Januari-Maret 2026, lonjakan kas MINE tersebut ditopang arus kas bersih yang didapatkan dari aktivitas operasi mencapai Rp366,94 miliar atau melambung 216,7 persen dibandingkan arus kas bersih dari aktivitas operasi periode Januari-Maret 2025 senilai Rp115,87 miliar. (*)

Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top