
RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Indofarma Tbk (INAF) mencatatkan rugi bersih senilai Rp77,99 miliar atau menyusut 76,7 persen dibandingkan dengan rugi bersih di Tahun Buku 2024 yang mencapai Rp334,49 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan INAF untuk yang periode berakhir 31 Desember 2025, emiten di bawah kendali PT Bio Farma (Persero) ini membukukan pendapatan bersih Rp151,55 miliar atau anjlok 27,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2024 sebesar Rp210,38 miliar.
Seiring dengan penurunan kinerja di area top line tersebut, beban pokok penjualan di 2025 tercatat menurun 31,1 persen (year-on-year) menjadi Rp170,77 miliar, sehingga rugi bruto tercatat Rp19,22 miliar atau lebih rendah 48,8 persen dibandingkan rugi bruto di 2024 mencapai Rp37,51 miliar.
Pada periode Januari-Desember 2025, INAF mencatatkan rugi usaha Rp41,48 miliar atau menyusut 83,6 persen (y-o-y). Sementara itu, rugi sebelum pajak di sepanjang 2025 sebesar Rp71,46 miliar atau lebih rendah 74,8 persen dibandingkan rugi sebelum pajak di 2024 sebesar Rp283,76 miliar.
Dengan adanya beban pajak penghasilan FY25 sebesar Rp6,53 miliar, maka rugi periode berjalan yang dicatatkan INAF menjadi Rp77,99 miliar atau membaik 76,7 persen (y-o-y). Adapun besaran rugi yang diatribusikan ke pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 juga sebesar Rp77,99 miliar alias menyusut 76,7 persen (y-o-y).
Dari sisi balance sheet per 31 Desember 2025, INAF mencatatkan akumulasi kerugian (defisit) yang belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp1,43 triliun atau menurun 17,8 persen dibandingkan defisit per 31 Desember 2024 yang mencapai Rp1,75 triliun.
Hingga akhir Desember 2025, Indofarma masih menderita defisiensi modal alias ekuitas negatif sebesar Rp706,94 miliar atau mengalami penurunan 38,2 persen dibandingkan dengan defisiensi modal per akhir Desember 2024 yang mencapai Rp1,14 triliun.
Menurut auditor independent yang melakukan pemeriksaan atas laporan keuangan INAF untuk periode berakhir 31 Desember 2025, kinerja keuangan Indofarma tersebut mengindikasikan adanya suatu ketidakpastian material yang dapat menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan INAF untuk mempertahankan kelangsungan usahanya.
Per 31 Desember 2025, total liabilitas Indofarma mencapai Rp1,24 triliun atau bisa ditekan 29,5 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 yang mencapai Rp1,76 triliun. Namun demikian, total liabilitas hingga akhir 2025 tersebut masih didominasi kewajiban jangka pendek yang sebesar Rp632,65 miliar.
Hingga akhir 2025, total aset emiten farmasi BUMN ini tercatat Rp535,99 miliar atau menurun 13,2 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas tersisa Rp5,69 miliar atau melorot dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2024 yang sebesar Rp10,11 miliar.
Apabila mengacu pada cash flow di periode Januari-Desember 2025, penurunan kas tersebut terutama dipengaruhi adanya arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi mencapai Rp209,98 miliar atau melonjak 869,7 persen (y-o-y). (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary
