
RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Soechi Lines Tbk (SOCI) hanya mampu membukukan pendapatan bersih USD35,39 juta atau melorot 14,2 persen dibandingkan dengan omzet di Kuartal I-2025 yang mencapai USD41,23 juta.
Berdasarkan laporan keuangan SOCI untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, emiten pelayaran di bawah kendali PT Darma Pertiwi Raya dan PT Pilar Sukses Utama ini tercatat bisa menekan beban pokok pendapatan sebesar 23,4 persen (year-on-year) menjadi USD24,25 juta.
Dengan demikian, laba bruto di Kuartal I-2026 menjadi USD11,14 juta atau bertumbuh 16,5 persen (y-o-y). Sementara itu, beban usaha tercatat menurun 9,7 persen (y-o-y) menjadi USD2,57 juta, sehingga laba usaha SOCI pada kuartal pertama tahun ini sebesar USD8,57 juta alias meningkat 27,6 persen (y-o-y).
Namun pada Kuartal I-2026, beban keuangan perseroan terbilang masih tinggi meskipun tercatat menurun 1,1 persen menjadi USD2,95 juta dari USD2,98 juta pada Kuartal I-2025. Perseroan juga mencatatkan beban lain-lain (neto) di 1Q26 sebesar USD2,83 juta atau bisa ditekan 13,5 persen (y-o-y).
Maka, emiten yang sahamnya dimiliki investor individu Hartono Utomo ini mencatatkan laba sebelum beban pajak di Kuartal I-2026 sebesar USD5,74 juta atau melonjak 66,9 persen dibandingkan dengan laba sebelum beban pajak pada Kuartal I-2025 yang hanya senilai USD3,44 juta.
Dengan adanya beban pajak (neto) di 1Q26 sebesar USD411,15 ribu, maka laba periode berjalan yang dicatatkan SOCI menjadi USD5,33 juta atau melambung 82 persen (y-o-y). Adapun besaran laba periode berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk di Kuartal I-2026 juga sebesar USD5,33 juta atau melonjak 81,8 persen dibandingkan laba bersih Kuartal I-2025 senilai USD2,93 juta.
Pada sisi balance sheet, jumlah ekuitas SOCI per 31 Maret 2026 tercatat USD411,98 juta atau bertumbuh 1,3 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 senilai USD406,65 juta. Hingga akhir Kuartal I-2026, total liabilitas mencapai USD183,78 juta atau menurun 6,6 persen (year-to-date).
Per 31 Maret 2026, emiten yang sahamnya juga dimiliki PT Dana Cipta Indonusa, PT Investama Pradana Usaha dan PT Gema Indah Hutama ini mencatatkan total aset USD595,76 juta atau lebih rendah 1,3 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan setara kas tersisa USD8,8 juta atau ambles 59,6 persen dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2025 yang sebesar USD21,78 juta.
Jika mengacu pada cash flow di periode Januari-Maret 2026, penurunan kas tersebut terutama disebabkan adanya arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan sebesar USD14,75 juta, khususnya pembayaran utang kepada bank senilai USD13,4 juta.
Selain itu, penurunan kas dan setara kas juga di pengaruhi adanya arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi alias menggelontorkan belanja modal (capex) untuk mendapatkan aset tetap sebesar USD14,61 juta.
Patut diketahui, per 31 Maret 2026 perseroan mencatatkan utang bank jangka pendek atau pinjaman bank yang jatuh tempo dalam satu tahun mencapai USD55,45 juta atau enam kali lebih besar dibandingkan kas dan setara yang hanya senilai USD8,8 juta. (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary
