
RollingStock.ID – Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) membukukan laba bersih Rp45,38 miliar atau anjlok 30,1 persen dibandingkan dengan capaian Kuartal I-2025 sebesar Rp64,92 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan IBST untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026, emiten di bawah kendali PT Iforte Solusi Infotek (iForte) ini mencatatkan pendapatan sebesar Rp198,57 miliar atau merosot 5,1 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2025 mencapai Rp209,21 miliar.
Di tengah penurunan kinerja pada area top line tersebut, emiten milik Djarum Group ini justru mengalami kenaikan beban pokok pendapatan di Kuartal I-2026 sebesar 1 persen (year-on-year) menjadi Rp65,77 miliar. Dengan demikian, laba bruto 1Q26 menjadi Rp132,8 miliar atau menurun 7,8 persen (y-o-y).
Pada Kuartal I-2026, IBST membukukan laba usaha Rp130,92 miliar atau merosot 2,7 persen (y-o-y). Sementara itu, laba sebelum pajak tercatat Rp53,88 miliar atau melorot 36,1 persen (y-o-y), terutama diakibatkan beban lain-lain (neto) Rp38,47 miliar dibandingkan 1Q25 yang meraih pendapatan lain-lain (neto) senilai Rp1 miliar.
Dengan adanya beban pajak penghasilan di periode Januari-Maret 2026 sebesar Rp8,51 miliar, maka laba bersih periode berjalan yang dicatatkan IBST menjadi Rp45,38 miliar alias anjlok 30,1 persen (y-o-y).
Dari sisi neraca, jumlah ekuitas IBST per 31 Maret 2026 tercatat Rp2,63 triliun atau bertumbuh 1,8 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 senilai Rp2,58 triliun. Hingga akhir Kuartal I-2026, total liabilitas mencapai Rp1,72 triliun atau membengkak 26,2 persen (year-to-date), yang didominasi kewajiban jangka pendek Rp1,06 triliun.
Per 31 Maret 2026, total aset perseroan sebesar Rp4,35 triliun atau meningkat 10,2 persen (y-t-d), dengan jumlah kas di bank mencapai Rp525,47 miliar alias meroket 47.539,8 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 yang hanya Rp1,1 miliar.
Jika mengacu pada cash flow di periode Januari-Maret 2026, lonjakan kas tersebut terutama dipengaruhi arus kas bersih yang didapatkan dari aktivitas operasi Rp712,69 miliar atau melambung 213,1 persen dibandingkan periode Januari-Maret 2025 senilai Rp227,64 miliar. (*)
Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary
