
RollingStock.ID – PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) berencana mengakuisisi 99,99 persen saham PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL) dari PT Bermuda Nusantara Logistik (BNL) dengan nilai transaksi mencapai Rp215 miliar. Pengambilalihan perusahaan terafiliasi itu merupakan bagian dari penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO).
Berdasarkan keterbukaan informasi WBSA yang diterbitkan di Jakarta, Rabu (3/6), emiten di bawah kendali Tiga Beruang Kalifornia Pte Ltd ini akan mengambil alih 191.250 saham atau setara 99,99 persen dari seluruh saham yang diterbitkan BIL. Rencana akuisisi ini dikategorikan sebagai transaksi material, karena nilainya melebihi 50 persen ekuitas WBSA per 31 Desember 2025.
BIL sebagai perusahaan holding dengan nilai strategis yang berasal dari kepemilikannya sebesar 99,999 persen pada PT Beruang Maritim Indonesia (BMI), perusahaan yang bergerak di bidang angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus dan aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian.
Melalui akuisisi ini, menurut manajemen WBSA, perseroan akan memperoleh akses yang lebih luas ke sektor pertambangan dan komoditas hulu. Emiten yang melantai perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 April 2026 ini juga menargetkan sinergi operasional melalui integrasi layanan angkutan laut BMI dengan jaringan logistik multimoda yang dimiliki WBSA.
Rencana akuisisi ini cukup menarik perhatian, karena dilakukan antara perusahaan-perusahaan yang berada dalam lingkup pengendalian yang sama. Seperti diketahui, pemegang saham pengendali (PSP) WBSA adalah Tiga Beruang Kalifornia dengan kepemilikan 79,01 persen.
Pada sisi lain, penerima manfaat akhir (UBO) WBSA adalah Andree dan Edwin Wibowo, yang keduanya merupakan pemegang saham masing-masing 50 persen di BNL, perusahaan yang saat ini memiliki 99,99 persen saham BIL. Selain itu, Andree menjabat Komisaris Utama WBSA sekaligus Direktur BNL, sedangkan Edwin Wibowo sebagai Direktur Utama WBSA sekaligus Komisaris BNL.
Mengacu pada penilaian independen yang dilakukan KJPP Kusnanto & Rekan menetapkan nilai pasar 99,99 persen saham BIL sebesar Rp222,46 miliar per 31 Desember 2025. Adapun nilai transaksi Rp215 miliar yang disepakati WBSA berada di bawah nilai pasar tersebut, sehingga rencana transaksi tersebut wajar secara aspek keuangan. (*)
Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary
