
RollingStock.ID – PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) menargetkan pendapatan untuk Tahun Buku 2026 mencapai Rp1,01 triliun atau bertumbuh 35 persen dibandingkan dengan capaian di 2025 sebesar Rp750 miliar. Target ini menjadikan 2026 sebagai tahun pertama bagi Triasmitra untuk menembus level revenue di atas Rp1 triliun.
Berdasarkan materi Public Expose 2026 KETR yang dipublikasikan Kamis (11/6), target pendapatan tersebut berasal dari kontribusi seluruh unit bisnis perseroan, yakni pengembang infrastruktur (developer), layanan terkelola (managed service) dan jasa kontraktor (contractor). Manajemen Triasmitra memproyeksikan, segmen developer akan tetap menjadi kontributor terbesar terhadap total pendapatan.
Untuk sepanjang 2026, pendapatan dari segmen developer ditargetkan mencapai Rp745 miliar atau melonjak 38 persen dibandingkan dengan realisasi di Tahun Buku 2025 sebesar Rp541 miliar. Sebelumnya, segmen ini mampu mencatatkan pertumbuhan 86 persen dari Rp291 miliar pada 2024 menjadi Rp541 miliar di 2025.
Sementara itu, pendapatan dari segmen managed service diperkirakan bisa mencapai Rp211 miliar pada tahun ini atau bertumbuh 13 persen (year-on-year). Adapun segmen jasa kontraktor diproyeksikan mengalami pemulihan kinerja, setelah mencatat penurunan pada 2025.
Pada tahun ini, manajemen KETR menargetkan pendapatan dari jasa kontraktor sebesar Rp54 miliar pada 2026 alias melonjak 149 persen dibandingkan dengan capaian di 2025 yang hanya senilai Rp22 miliar. Sebelumnya, pendapatan segmen ini melorot 74 persen dari Rp85 miliar pada 2024 menjadi Rp22 miliar pada Tahun Buku 2025.
Dengan target tersebut, komposisi pendapatan KETR di sepanjang 2026 diperkirakan tetap didominasi segmen developer dengan kontribusi sekitar 73,8 persen dari total target revenue, lalu diikuti managed service sebesar 20,9 persen dan jasa konraktor sebesar 5,3 persen.
Secara historis, pendapatan Triasmitra menunjukkan tren pertumbuhan positif, tercermin dari capaian di 2024 sebesar Rp556 miliar yang kemudian meningkat 35 persen menjadi Rp750 miliar pada 2025. “Target revenue 2026 sebesar Rp1,01 triliun atau meningkat 35 persen (y-o-y),” demikian disampaikan manajemen KETR.
Target pendapatan tersebut sejalan dengan sejumlah rencana bisnis yang tengah dijalankan perseroan. Manajemen mengungkapkan, rencana komersial kapal penggelar kabel milik sendiri, CLV Bentang Bahari. Kapal ini sebelumnya digunakan dalam penggelaran SKKL Rising 8 dan akan mendukung sejumlah proyek lain, termasuk PLIB SKKL Rising 8 maupun penggelaran SKKL Merindo.
Selain itu, perseroan menyampaikan bahwa CLV Bentang Bahari juga diagendakan untuk mendukung proyek penggelaran SKKL di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, Sumatera, serta pekerjaan restorasi kabel di wilayah Sulawesi dan Indonesia timur. KETR sedang menyiapkan proyek penggelaran SKKL Median Ring Indonesia, yang memiliki panjang kabel 2.360 kilometer untuk tahap 1 dan 2, menggunakan teknologi kabel repeatered berkapasitas 24 Tbps per fiber pair dan 16 fiber pair, dengan target ready for service (RFS) pada 2028.
Dalam perkembangan proyek tersebut, manajemen Triasmitra menyebutkan bahwa proses perizinan sudah mencapai tahap site survey dan BA/Rekom jalur marine survey yang telah selesai. Saat ini, KETR tengah melakukan proses pemilihan vendor marine survey. Dari aspek komersial, perseroan menargetkan meraih Letter of Intent (LOI) dari tiga pelanggan early bird. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
