
RollingStock.ID – PT Soechi Lines Tbk (SOCI) menawarkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap I-2026 dengan nilai emisi maksimal Rp500 miliar. Penerbitan surat utang syariah ini merupakan bagian dari PUB Sukuk Berkelanjutan I yang menargetkan penghimpunan dana Rp3 triliun.
Berdasarkan Prospektus Ringkas SOCI yang dikutip Senin (22/6), Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap I-2026 akan dibagi menjadi dua seri, yakni Seri A bertenor tiga tahun dan Seri B dengan tenor lima tahun. Namun saat ini perseroan belum mempublikasikan nilai emisi dan imbal hasil pada masing-masing seri tersebut.
Masa penawaran awal berlangsung pada 19-23 Juni 2026 dan perseroan berharap rencana penerbitan surat utang ini bisa mendapatkan restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 30 Juni 2026. Masa penawaran umum dijadwalkan pada 2-3 Juli 2026, penjatahan 6 Juli 2026, distribusi sukuk secara elektronik (Tanggal Emisi) pada 8 Juli 2026 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Juli 2026.
Rencananya, seluruh dana hasil penerbitan sukuk —setelah dikurangi biaya-biaya emisi— akan digunakan untuk mendapatkan hak manfaat (usufruct acquisition) atas dua kapal milik anak usaha SOCI, yaitu PT Selaras Pratama Utama (SPU) dan Great Ocean Marine Ltd (GOM).
Rinciannya, sebesar 54,49 persen akan dialokasikan untuk pengalihan hak manfaat kapal milik SPU dan sebesar 45,51 persen untuk kapal milik GOM. Dana yang diterima SPU akan digunakan untuk membayar sebagian utang kepada pemegang saham dan sebagian pinjaman sindikasi kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) maupun PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Sementara itu, dana yang diterima GOM akan digunakan untuk membayar utang kepada SOCI sebagai pemegang saham dan selanjutnya digunakan untuk membayar utang perseroan kepada anak usaha lain, yakni PT Sukses Osean Khatulistiwa Line (SOKL) dan PT Putra Utama Line (PUL). Dana yang diterima SOKL dan PUL akan dimanfaatkan untuk membayar sebagian pinjaman sindikasi kepada BMRI dan BCA.
Sebagai underlying asset penerbitan sukuk, SOCI menggunakan hak manfaat atas dua kapal tanker, yakni FSO Arjuna Prima milik SPU dan SC Sapphire milik GOM. Nilai pasar FSO Arjuna Prima berdasarkan penilaian KJPP Susan Widjojo & Rekan mencapai Rp528,69 miliar, sedangkan SC Sapphire senilai Rp229,79 miliar.
Guna mendukung penerbitan surat utang syariah ini, SOCI mendapatkan fasilitas pembiayaan pendukung sukuk (CEF) dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI dengan plafon maksimal Rp3 triliun. Fasilitas standby ini bisa digunakan untuk memenuhi dana cadangan pembayaran sukuk dan berlaku hingga tahun 2037.
Dalam rangka penerbitan sukuk ini, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) telah memberikan peringkat idAAA(sy)(sf) atau Triple A Syariah Structured Finance untuk instrumen Sukuk Berkelanjutan I milik SOCI. Adapun bertindak sebagai penjami pelaksana emisi sukuk, yakni PT Mandiri Sekuritas, PT BCA Sekuritas dan PT Sucor Sekuritas. (*)
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary
