Pengendali Baru SONA Siap Gelar Tender Wajib di Harga Rp2.284 per Saham

bei
Ilustrasi -(Foto: Milva Sary/RollingStock)

RollingStock.ID – PT Pratama Citra Karunia mengumumkan, pelaksanaan penawaran tender wajib (MTO) atas saham PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) setelah menjadi pengendali baru perseroan melalui akuisisi 45 persen saham dari DFS Venture Singapore (Pte) Limited.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang diterbitkan Senin (22/6), Pratama Citra Karunia menyebutkan bahwa pihaknya telah mengakuisisi 298,08 juta saham atau setara 45 persen modal ditempatkan dan disetor penuh SONA pada 29 April 2026.

Pratama Citra Karunia menawarkan untuk membeli sebanyak-banyaknya 50.537.720 saham milik pemegang saham publik atau 7,63 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh SONA, dengan harga Rp2.284 per saham. Maka, nilai maksimal dana yang disiapkan untuk tender wajib ini Rp115,43 miliar.

Periode tender wajib berlangsung selama 30 hari kalender, yakni mulai 23 Juni hingga 22 Juli 2026, sedangkan pembayaran kepada pemegang saham yang berpartisipasi dijadwalkan pada 3 Agustus 2026.

Harga tender wajib ditetapkan berdasarkan ketentuan POJK No. 9/2018 yang mensyaratkan harga pembelian paling rendah sebesar rata-rata harga tertinggi perdagangan harian saham selama 90 hari sebelum pengumuman pengambilalihan atau harga akuisisi.

Adapun rata-rata harga tertinggi perdagangan saham SONA selama periode 30 Januari-29 April 2026 tercatat Rp2.283,64 per saham, sedangkan harga akuisisi hanya Rp690 per saham. Dengan demikian, harga tender wajib ini dibulatkan menjadi Rp2.284 per saham.

Akuisisi dilakukan melalui pembelian 298,08 juta saham milik DFS Venture Singapore (Pte) Limited di Pasar Negosiasi BEI dengan nilai transaksi sekitar Rp205,68 miliar. Setelah transaksi tersebut, kepemilikan PCK di SONA menjadi 45 persen, menggantikan posisi DFS Venture Singapore sebagai pemegang saham terbesar.

Perlu diketahui, pemilik manfaat akhir (UBO) SONA berubah dari Edward Joseph Brennan menjadi Jonathan Tahir setelah pengambilalihan. Manajemen Pratama Citra Karunia menjelaskan, tujuan pengambilalihan untuk mendukung pengembangan usaha SONA secara berkelanjutan dan memperkuat posisi maupun daya saing grup di sektor pariwisata dan ritel perjalanan.

Pengendali baru berencana mengoptimalkan jaringan ritel eksisteing, meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat strategi pemasaran dan penjualan, serta mengevaluasi dan mengembangkan portofolio produk maupun layanan SONA. Selain itu, Pratama Citra Karunia membuka peluang ekspansi usaha melalui pembukaan gerai baru dan kerjasama dengan mitra usaha lain. (*)

Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top