BEI Soroti Transparansi Pengendali Baru BIKE, Termasuk Rencana Superholding

ilustrasi5
Ilustrasi – (Foto: Milva Sary/RollingStock)

RollingStock.ID – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mempertanyakan mengenai transparansi pengendali baru PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk (BIKE), lantaran perseroan belum memberikan penjelasan secara lengkap mengenai struktur kepemilikan PT Penajam Makmur Jaya (PMJ), rencana pembentukan superholding hingga detail sejumlah perusahaan yang disebut akan menjadi entitas anak BIKE.

Dalam surat permintaan penjelasan lanjutan kepada BIKE, BEI meminta perseroan menyampaikan kembali tanggapan atas sejumlah poin, termasuk klarifikasi pemberitaan media massa, struktur kepemilikan pengendali baru, rencana operasional dan aksi korporasi yang akan dilakukan setelah masuknya PMJ sebagai pengendali baru.

Sorotan utama BEI tertuju pada keterbukaan informasi mengenai PMJ yang berencana menjadikan BIKE sebagai superholding. Dalam jawaban kepada Bursa yang dipublikasikan Senin (22/6), BIKA menyatakan bahwa PMJ akan memberikan pinjaman modal kerja sebesar Rp1 triliun kepada perseroan yang akan digunakan untuk mendukung pengembangan usaha dan akuisisi sejumlah perusahaan.

Namun demikian, sebagian besar rincian yang diminta BEI terkait rencana tersebut belum disampaikan secara lengkap. Manajemen BIKE menegaskan, informasi akan dijelaskan setelah pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB), setelah perubahan direksi dan komisaris atau setelah proses akuisisi selesai.

Sebelumnya, BEI telah meminta penjelasan secara terperinci mengenai struktur kepemilikan PMJ hingga tingkat pemilik manfaat (beneficial owner), termasuk hubungan PMJ dengan sejumlah sister company yang disebut akan menjadi entitas anak BIKE, yakni RK, PEG, FDP, SMKI, LGA, MENN dan KBI.

Dalam jawabannya, BIKE mengaku bahwa saat ini struktur pemegang saham PMJ terdiri atas PT Sarjana Sama Indah sebesar 80 persen dan PT Kalimantan Sejahtera Indonesia sebesar 20 persen. Perseroan juga menyebut Cahyadi sebagai pengendali sekaligus pemilik manfaat akhir (UBO) PMJ.

Kendati demikian, BEI mempertanyakan konsistensi informasi tersebut karena pada tanggapan yang pernah disampaikan PTDU dan MENN, terdapat bagan kepemilikan yang menunjukkan Yayasan Nazar Foundation sebagai pemegang saham tertinggi PMJ. Manajemen BIKE menyatakan, PTDU dan MENN tidak memiliki kapasitas untuk menjelaskan struktur kepemilikan PMJ.

Manajemen BIKE juga menyebut bahwa saat ini PTDU sedang dilaporkan kepada pihak kepolisian atas dugaan penipuan terhadap PMJ dan menyatakan dana PMJ masih berada di PTDU.

Selain struktur kepemilikan, BEI juga meminta informasi secara terperinci mengenai tujuh sister company PMJ yang direncanakan masuk ke dalam grup BIKE. Namun manajemen BIKE menegaskan, seluruh informasi akan dijelaskan setelah pelaksanaan RUPS-LB BIKE dan setelah perubahan direksi maupun komisaris.

Pada sisi lain, BEI juga menyoroti transaksi saham BIKE di pasar negosiasi pada 17 April 2026. Pada tanggal tersebut tercatat transaksi sebanyak 292.401.400 saham pada harga Rp620 per lembar, dengan nilai transaksi mencapai Rp181,29 miliar atau setara 22,6 persen dari jumlah saham tercatat.

Bursa meminta penjelasan mengapa manajemen BIKE tidak mengetahui transaksi dalam jumlah besar tersebut. Menanggapi hal ini, manajemen perseroan menyatakan tidak mengetahui transaksi yang terjadi dan akan melakukan pengecekan lebih lanjut.

BEI meminta pula penjelasan mengenai alasan pengendali lama menjual saham BIKE kepada PMJ pada kisaran harga Rp46 hingga Rp47 per lembar atau jauh di bawah harga penutupan saham BIKE saat itu sebesar Rp550 per saham dan di bawah nilai ekuitas per saham berdasarkan laporan keuangan Tahun Buku 2025 sebesar Rp65,46.

Manajemen BIKE mengungkapkan, pengendali lama membutuhkan suntikan dana untuk menutupi kerugian operasional, sedangkan PMJ melakukan akuisisi dengan tujuan menjadikan BIKE sebagai superholding. BEI turut meminta penjelasan mengenai latar belakang PMJ melakukan penjualan saham MENN setelah pengambilalihan atau sebelum pelaksanaan kewajiban penawaran tender wajib.

Perseroan mengaku, keputusan tersebut telah ditetapkan oleh UBO PMJ tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai alasan transaksi. Meski berbagai informasi yang diminta bursa belum diungkap secara lengkap, PMJ menyatakan memiliki komitmen jangka panjang terhadap BIKE. (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top