
RollingStock.ID – Pengelola jaringan rumah sakit dan klinik mata Jakarta Eye Center (JEC), PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) berencana melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) dengan nilai emisi maksimal Rp683,17 miliar. Harga book building ditawarkan pada rentang Rp1.200-Rp1.400 per saham.
Berdasarkan Prospektus Awal terkait rencana IPO JECX, perusahaan di bidang aktivitas rumah sakit dan klinik swasta ini akan melepas saham ke publik sebanyak-banyaknya 487.983.500 lembar bernilai nominal Rp16 per saham atau setara 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO.
Sebanyak 487.983.500 saham itu terdiri dari 325.322.300 saham baru yang dikeluarkan dari portepel JECX atau sebesar 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. Untuk menggenapi menjadi 15 persen sesuai ketentuan OJK, Waldensius Girsang sebagai pemegang saham JEC melakukan divestasi sebanyak 162.661.200 saham atau sebesar 5 persen.
Pada aksi korporasi ini, manajemen JECX menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) sebagai penjamin pelaksana emisi Efek. Masa penawaran awal (book building) digelar pada 22-24 Juni 2026, dengan rentang harga Rp Rp1.200-Rp1.400 per saham.
Dengan demikian, total penghimpunan uang masyarakat di pasar primer dalam pelaksanaan IPO ini berkisar Rp585,58 miliar hingga maksimal Rp683,17 miliar. Adapun dana yang bisa diraup JECX sekitar Rp390,39 miliar sampai Rp455,45 miliar dan Waldensius Girsang berpotensi meraih sekitar Rp195,19 miliar hingga Rp227,72 miliar.
Manajemen JECX berharap rencana IPO ini bisa mendapatkan restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 29 Juni 2026, sehingga pelaksanaan penawaran umum bisa berlangsung pada 1-3 Juli 2026. Penjatahan akan dilakukan pada 3 Juli 2026, pendistribusian saham secara elektronik (Tanggal Emisi) pada 6 Juli 2026 dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 7 Juli 2026.
Bersamaan dengan IPO, JECX juga menggelar Program Alokasi Saham Karyawan (ESA) dengan mengalokasikan saham sebesar 2,29 persen dari jumlah saham yang ditawarkan dalam IPO atau sebanyak 11.165.000 saham.
Rencananya, sebesar Rp40 miliar dana hasil IPO JECX —setelah dikurangi biaya-biaya emisi— akan digunakan perseroan untuk pembayaran lebih awal atas sebagian pokok utang kepada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan sebesar Rp100 miliar untuk pembayaran lebih awal atas sebagian pokok utang kepada PT Bank HSBC Indonesia.
Sementara itu, sebesar Rp185 miliar akan disalurkan JECX kepada anak perusahaan. Riciannya, sebesar Rp50 miliar disalurkan ke PT Nitra Sanata Bali (NSB) dan selanjutnya akan digunakan untuk modal kerja, sebesar Rp100 miliar kepada PT Orbita untuk membayar utang ke BBCA (BCA) dan senilai Rp35 miliar disalurkan kepada PT JEC Candi Sejahtera (JCS) yang selanjutnya untuk membayar utang ke BBCA.
Adapun sisa dana hasil IPO yang diperoleh JECX akan digunakan digunakan untuk modal kerja perseroan, yaitu biaya-biaya sehubungan dengan kegiatan operasional sehari-hari, antara lain biaya gaji dan tunjangan karyawan yang akan digunakan secara bertahap selambat-lambatnya sampai dengan 31 Desember 2027. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
