
RollingStock.ID – Perusahaan bidang penjualan dan penyewaan genset, PT Bach Multi Global Tbk (BACH) berencana menggalang dana publik maksimal Rp307,5 miliar melalui penawaran umum perdana saham (IPO), dengan harga book building berkisar Rp400-Rp500 per saham.
Berdasarkan Prospektus Awal terkait rencana IPO BACH, perusahaan yang didirikan pada 2006 ini akan melepas saham ke publik sebanyak-banyaknya 615 juta lembar bernilai nominal Rp50 per saham atau setara 15,06 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO.
Penawaran awal (book building) digelar selama kurun 22-24 Juni 2026, dengan rentang harga Rp400 sampai Rp500 per saham. Dengan demikian, pada aksi korporasi ini BACH bisa menghimpun uang masyarakat di pasar primer sekitar Rp246 miliar hingga maksimal Rp307,5 miliar.
Manajemen BACH berharap rencana IPO ini mendapatkan restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 29 Juni 2026, sehingga masa penawaran umum perdana saham bisa dilaksanakan pada periode 1-3 Juli 2026 dan penjatahan pada 3 Juli 2026.
Pendistribusian saham secara elektronik (Tanggal Emisi) diagendakan berlangsung pada 6 Juli 2026 dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diharapkan bisa terlaksana pada 7 Juli 2026. Manajemen menujuk PT Erdika Elit Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi Efek.
Manajemen menyampaikan, pada 7 Januari 2026, pemegang saham BACH yaitu PT Global Telekomunikasi Prima (GTP) dan PT Bach Multi Sukses Investama (BMSI) telah menandatangani Perjanjian Opsi. BMSI sepakat untuk memberikan hak opsi kepada GTP yang mewajibkan BMSI untuk menjual sejumlah saham yang ketika digabungkan akan setara 51 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh BACH setelah IPO.
Pada 13 Maret 2026, GTP telah menyampaikan pemberitahuan tertulis kepada BMSI bahwa GTP akan melaksanakan hak opsi yang dimilikinya dengan meminta BMSI untuk menjual 1.042.227.300 saham BACH milik BMSI (Saham Opsi). Adapun harga pelaksanaan opsi oleh GTP akan disampaikan setelah dilakukan bookbuilding.
Pelaksanaan transaksi jual beli Saham Opsi akan diselesaikan pada tanggal yang tidak lebih dari lima hari kerja setelah tanggal pencatatan saham BACH di BEI (Tanggal Penyelesaian Opsi). Selanjutnya, PT Global Telekomunikasi Prima akan memiliki saham BACH mencapai 51 persen.
Berdasarkan prospektus, saat ini Komisaris Utama BACH, Anita Anwar juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT Remala Abadi Tbk (DATA), Wakil Direktur Utama PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) dan Direktur PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR).
Rencananya, sebesar Rp91,02 miliar dana hasil IPO —setelah dikurangi biaya-biaya emisi— akan digunakan BACH untuk membayar sebagian utang kepada PT Bank Permata Tbk (BNLI). Sementara itu, sisanya sebesar Rp213,48 miliar akan dimanfaatkan sebagai modal kerja, yaitu dalam rangka pembelian genset untuk dijual maupun disewakan. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
