
RollingStock.ID – PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) berencana menerbitkan 29,83 miliar saham baru melalui kombinasi rights issue dan private placement, yang berpotensi menyebabkan dilusi kepemilikan pemegang saham eksisting hingga mencapai 41,17 persen.
Berdasarkan keterbukaan informasi BCAP yang diterbitkan di Jakarta, 23 Juni 2026, perusahaan holding jasa keuangan ini akan menggelar dua aksi korporasi berupa Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PM-HMETD/rights issue) dan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMT-HMETD/private placement) yang akan terlebih dahulu meminta persetujuan dalam RUPS Luar Biasa yang dilaksanakan besok (25/6).
Manajemen BCAP menyampaikan, perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 25.571.310.555 saham baru melalui rights issue atau setara 60 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Emiten di bawah kendali PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT) ini juga berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 4.261.885.092 saham baru melalui private placement atau setara 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh BCAP.
Dengan demikian, jumlah saham baru yang akan diterbitkan mencapai 29.833.195.647 saham atau mencapai 70 persen dari jumlah saham beredar yang sebanyak 42.618.850.927 lembar. Manajemen BCAP menegaskan, penerbitan saham baru ini akan menyebabkan penurunan kepemilikan secara proporsional bagi pemegang saham yang tidak berpartisipasi dalam aksi korporasi.
Jika mengacu pada proforma yang disampaikan manajemen BCAP, dilusi akibat rights issue maksimal 35,29 persen dan akibat private placement sebesar 5,88 persen, sehingga total potensi dilusi setelah kedua aksi korporasi ini mencapai 41,17 persen. Apabila seluruh saham baru diterbitkan, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh BCAP akan meningkat dari 42,62 miliar saham menjadi 72,45 miliar saham.
Manajemen mengungkapkan, aksi korporasi tersebut diyakini akan memperkuat struktur permodalan dan mendukung ekspansi bisnis BCAP maupun entitas anak. Dana hasil rights issue akan digunakan untuk modal kerja perseroan dan entitas anaknya, serta peningkatan setoran modal untuk pengembangan bisnis dan layanan keuangan digital. Dana hasil private placement juga akan dimanfaatkan untuk memperkuat struktur permodalan dan keuangan BCAP, termasuk mendukung kebutuhan modal kerja dan pengembangan operasional.
Terkait rencana private placement, manajemen BCAP mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada calon investor yang akan berpartisipasi, tetapi perseroan menyebutkan bahwa pelaksanaan PMT-HMETD ini bisa menjadi jalan untuk mengundang investor strategis yang mampu memberikan nilai tambah bagi kinerja perseroan. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
