ERAA Perpanjang & Tambah Utang ke BBCA, Nilai Fasilitas Capai USD675 Juta & Rp9 Triliun

eraa
PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) kembali memperbesar ketergantungannya terhadap pendanaan perbankan setelah memperpanjang sekaligus menambah sejumlah fasilitas kredit dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Langkah ini membuat eksposur utang dan fasilitas pembiayaan Erajaya Group tetap berada pada level yang besar, dengan sebagian fasilitas bahkan diperpanjang hingga 2029.

Berdasarkan surat ERAA yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 22 Juni 2026, perjanjian perpanjangan dan penambahan fasilitas kredit tersebut ditandatangani pada 19 Juni 2026 antara BCA sebagai kreditur dengan ERAA beserta sejumlah entitas anaknya.

Dalam transaksi tersebut, ERAA memperoleh perpanjangan fasilitas Kredit Lokal hingga 13 Mei 2027 dengan total plafon mencapai Rp1,6 triliun. Fasilitas ini dialokasikan kepada PT Teletama Artha Mandiri (TAM) sebesar Rp500 miliar, PT Erafone Artha Retailindo (EAR) Rp355 miliar, ERAA senilai Rp350 miliar, PT Data Citra Mandiri (DCM) Rp250 miliar, PT Nusa Abadi Sukses Artha (NASA) Rp50 miliar, PT Prima Pesona Prakarsa (PPP) Rp50 miliar dan PT Prakarsa Prima Sentosa (PPS) Rp45 miliar.

Selain itu, BBCA juga menyepakati untuk memperpanjang fasilitas Time Loan 1 dengan total plafon mencapai Rp3,45 triliun yang terbagi kepada sejumlah entitas dalam grup Erajaya. Fasilitas ini berlaku hingga 13 Mei 2027 dengan tingkat suku bunga sebesar 6,75 persen per tahun.

Yang menjadi sorotan, fasilitas Time Loan 2 yang tidak hanya diperpanjang tetapi juga ditambah dengan plafon kredit mencapai Rp1,55 triliun dan berlaku hingga 13 Mei 2029. Patut diketahui, fasilitas utang perbankan ini cuma bisa dapat digunakan oleh ERAA.

Selanjutnya, ERAA juga memperoleh fasilitas baru berupa Time Loan 4 dengan plafon Rp300 miliar. Fasilitas utang baru ini dapat digunakan oleh ERAA, EAR, DCM dan NASA dengan tingkat bunga yang juga sebesar 6,75 persen per tahun. Dengan seluruh fasilitas dikenakan bunga 6,75 persen per tahun dan utilisasi pinjaman yang lebih tinggi berpotensi meningkatkan beban keuangan perseroan.

Di samping fasilitas berbasis rupiah, ERAA mempertahankan pula eksposur pendanaan berbasis valuta asing yang cukup besar. Perseroan memperoleh perpanjangan Kredit Multi Facility dengan plafon sebesar USD175 juta dan Rp650 miliar hingga 13 Mei 2027. Selain itu, tersedia juga fasilitas Forex Forward Line mencapai USD500 juta yang dapat digunakan oleh ERAA dan beberapa entitas anak.

Besarnya fasilitas berbasis dolar AS tersebut tentunya membuat Erajaya Group tetap memiliki eksposur terhadap pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar, meski fasilitas forex forward umumnya digunakan untuk kebutuhan hedging transaksi valas. Manajemen ERAA menjelaskan, seluruh fasilitas kredit tersebut ditujukan untuk membiayai kebutuhan modal kerja dan mendukung transaksi berbasis valas. (*)

Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top