Meski DOID Defisit USD88,75 Juta, RUPS Setujui Rencana Buyback USD6 Juta

buma
PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) tetap melanjutkan rencana pembelian kembali (buyback) saham senilai maksimal USD6 juta, meski per 31 Maret 2026 perseroan menderita defisit mencapai USD88,75 juta akibat di Kuartal I-2026 berlanjut mengalami rugi bersih USD25,51 juta.

Berdasarkan keterbutkaan informasi DOID yang dikutip Minggu (28/6), dana sebesar USD6 juta tersebut akan digunakan untuk membeli kembali saham yang selanjutnya dapat dialihkan ke Program Kepemilikan Saham Manajemen dan Karyawan (MESOP) Tahap II.

Keputusan tersebut disetujui para pemegang saham dalam saat pelaksanaan RUPS Luar Biasa pada 24 Juni 2026. Agenda buyback disetujui melalui dukungan 100 persen suara yang hadir, namun agenda MESOP memperoleh persetujuan 90,36 persen suara, sedangkan 9,64 persen pemegang saham menyatakan tidak setuju.

Sebelumnya dalam keterbukaan informasi DOID, dana buyback maksimal sebesar USD6 juta berasal dari dana internal. Program ini dapat dijalankan sewaktu-waktu hingga 24 Juni 2027 dengan jumlah saham yang dibeli kembali tidak melebihi 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Pada sisi lain, dokumen keterbukaan informasi Perseroan menunjukkan bahwa apabila seluruh dana buyback digunakan, maka total aset dan ekuitas DOID masing-masing akan berkurang sebesar USD6 juta. Jumlah saham beredar juga diproyeksikan menurun menjadi 7,036 miliar saham.

Manajemen DOID menyebutkan, program MESOP Tahap II akan menggunakan saham treasuri yang berasal dari sisa saham treasuri saat ini maupun dari hasil buyback yang baru disetujui. Dengan skema tersebut, manajemen menyatakan bahwa program ini tidak akan menimbulkan dilusi terhadap kepemilikan pemegang saham karena tidak berasal dari penerbitan saham baru.

Namun demikian, sejumlah aspek teknis pelaksanaan program belum ditetapkan dalam RUPS-LB. Perseroan menyerahkan kewenangan kepada Direksi untuk menentukan mekanisme pelaksanaan, jadwal, tata cara pengalihan saham hingga harga pelaksanaan, dengan mempertimbangkan masukan Dewan Komisaris.

Peserta MESOP mencakup karyawan kunci, anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris DOID maupun entitas anak yang memenuhi persyaratan. Program tersebut dirancang sebagai instrumen insentif jangka panjang sekaligus mempertahankan manajemen dan karyawan berkinerja tinggi.

Sebelum rencana buyback terbaru ini, DOID telah melaksanakan program pembelian kembali saham sejak 2022. Dari total 1,98 miliar saham treasuri yang pernah diperoleh, sebanyak 970,17 juta saham sudah digunakan untuk pengurangan modal tahap pertama dan kedua, sedangkan 717,15 juta saham telah dialihkan untuk MESOP Tahap I. Berdasarkan data BEI, saat ini DOID memiliki 293.837.700 saham treasuri yang bisa dimanfaatkan dalam MESOP Tahap II maupun dikombinasikan dengan saham hasil buyback yang baru.

Sekadar informasi, Selama tiga bulan pertama tahun ini, DOID menderita rugi bersih USD25,51 juta, sehingga per 31 Maret 2026 perseroan mencatatkan defisit yang tidak dicadangkan mencapai USD88,75 juta atau membengkak 40,3 persen dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2025 yang mencatatkan akumulasi rugi sebesar USD63,24 juta. (*)

Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top