Free Float Capai 34,7%, UNTR Siapkan Rp2 Triliun untuk Buyback Saham

untr
PT United Tractors Tbk (UNTR) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – PT United Tractors Tbk (UNTR) berencana melaksanakan pembelian kembali (buyback) saham dengan kesiapan dana mencapai Rp2 triliun, sejalan pula dengan kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut manajemen UNTR dalam keterangannya yang dipublikasikan di Jakarta, Rabu (1/7), buyback saham akan dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2023, Surat OJK Nomor S-10/D.04/2026 tertanggal 13 Maret 2026 dan POJK Nomor 29 Tahun 2023.

Lebih lanjut manajemen mengungkapkan, UNTR mengalokasikan dana mencapai Rp2 triliun untuk pelaksanaan buyback saham, dengan ketentuan jumlah saham yang dibeli kembali tidak melebihi 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Selain itu —setelah pelaksanaan buyback— jumlah saham yang beredar di publik (free float) tetap harus berada di atas batas minimum 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor. Mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI), saat ini porsi free float mencapai 34,7 persen dan jumlah saham treasuri sebanyak 215.337.400 lembar (5,77%).

Dengan posisi tersebut, tentunya UNTR memiliki ruang cukup besar untuk melaksanakan buyback tanpa melampaui batas maksimum kepemilikan saham treasuri maupun melanggar ketentuan minimum free float. Buyback akan dilakukan mulai hari ini hingga 30 September 2026.

Manajemen UNTR menegaskan, seluruh dana untuk buyback berasal dari kas internal dan bukan dari pinjaman maupun hasil penawaran umum. Manajemen juga menyatakan bahwa pelaksanaan buyback tidak akan memberikan dampak material terhadap kinerja keuangan maupun kegiatan usaha, karena perseroan memiliki modal dan arus kas yang memadai untuk membiayai aksi buyback saham.

Berdasarkan proforma laporan keuangan (konsolidasian) per 31 Maret 2026, apabila seluruh anggaran buyback sebesar Rp2 triliun digunakan, maka total aset UNTR akan menurun menjadi Rp180,5 triliun, sedangkan total ekuitas berkurang dari Rp101,2 triliun menjadi Rp99,2 triliun. Pada sisi lain, laba per saham diproyeksikan meningkat dari Rp181 menjadi Rp185 per saham.

Pelaksanaan buyback akan dilakukan melalui BEI secara bertahap maupun sekaligus, dengan menunjuk satu Perusahaan Efek sebagai pelaksana transaksi. Selama periode buyback, komisaris, direksi, pegawai, pemegang saham utama, serta pihak-pihak yang memiliki akses terhadap informasi orang dalam dilarang melakukan transaksi atas saham UNTR sesuai ketentuan POJK.

Manajemen UNTR menambahkan, aksi korporasi ini diharapkan bisa memberikan keyakinan kepada investor terhadap nilai fundamental saham perseroan, sekaligus membantu menstabilkan harga saham di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan. Saham hasil buyback akan disimpan sebagai saham treasuri dan dapat dialihkan kembali di masa mendatang. (*)

Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top