Indonesia Women in Finance Conference 2026 Dorong Lahirnya Lebih Banyak Women Entrepreneurs Indonesia

Para pembicara dalam Indonesia Women in Finance 2026 Annual Conference – (Foto: IWF)

RollingStock.ID – Komunitas profesional yang berfokus pada pemberdayaan perempuan di sektor jasa keuangan, Indonesia Women in Finance (IWF) sukses menyelenggarakan konferensi tahunan bertajuk “Empowering Women in Entrepreneurship: Building Your Own Venture.”

Menurut Executive Board Member CFA Society Indonesia, Melisa Hendrawati, pelaksanaan IWF 2026 Annual Conference tersebut merupakan wadah bagi para pemimpin perempuan, pelaku usaha, profesional dan komunitas untuk berbagi pengalaman membangun bisnis, memimpin transformasi, serta mendorong semakin banyak perempuan Indonesia menjadi entrepreneur yang tangguh.

Konferensi dibuka oleh Melisa Hendrawati yang juga menjabat sebagai CFO PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) bersama Siti Rakhmawati yang merupakan Director Investment & Finance di Dana Pensiun (Dapen) PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).

Sejumlah tokoh perempuan inspiratif juga hadir sebagai pembicara, antara lain Dayu Dara Permata (CEO & Founder Pinhome), Yessie Dianty Yosetya (Director & Chief Information Technology Officer EXCL), Ellin Waty (Founder EC2), Lany Djuwita Wong (CFO SRTG) dan Susanna Angraini (Founder & CEO Yoona Digital Indonesia). Diskusi dipandu Hany Gungoro (People & Numbers–Paxcis Identity).

Mengangkat semangat membangun usaha di era yang semakin dinamis, konferensi membahas lima perspektif utama yang menjadi tantangan sekaligus pertanyaan bagi setiap calon entrepreneur: Are we ready? How do we build efficiently with technology? How do we balance business, family, and personal life? How do we finance growth? serta How do we build resilience and confidence?

Dalam sambutan pembukaan, Melisa Hendrawati menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan dalam dunia kewirausahaan bukan lagi sekadar isu kesetaraan, melainkan kebutuhan strategis bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Tantangan kita hari ini bukan lagi membuktikan bahwa perempuan mampu. Tantangan sesungguhnya adalah memastikan mereka memiliki akses terhadap modal, teknologi, jaringan, mentor dan kepercayaan diri untuk membangun bisnis yang berkelanjutan. Ketika lebih banyak perempuan berwirausaha, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh keluarga mereka, tetapi juga oleh perekonomian nasional,” ujar Melisa.

Sementara itu, Siti Rakhmawati menyoroti besarnya kontribusi perempuan dalam sektor UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Menurut dia, perempuan memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi, namun masih menghadapi berbagai tantangan dalam memperoleh akses terhadap pembiayaan, jejaring maupun peluang pengembangan usaha. Oleh karena itu, dukungan dari seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mempercepat lahirnya lebih banyak women entrepreneurs di Indonesia.

Selain sesi diskusi panel, peserta juga mengikuti Speedy Mentoring, sebuah sesi mentoring interaktif yang mempertemukan peserta secara langsung dengan para pemimpin perempuan dan praktisi industri. Pada sesi ini, peserta memperoleh kesempatan untuk berdiskusi mengenai pengembangan karier, membangun bisnis, kepemimpinan hingga strategi menghadapi berbagai tantangan profesional.

Konferensi juga menjadi momentum perkenalan buku Career Jungle karya Hany Gungoro, Melisa Hendrawati (CFA Society Indonesia) dan Steve Balaban (CFA Society Canada). Buku ini lahir dari kesadaran bahwa saat ini dunia kerja berubah secara fundamental.

Jika dahulu perjalanan karier diibaratkan sebagai tangga yang harus dinaiki secara bertahap, kini karier lebih menyerupai sebuah jungle yang dinamis, kompleks, penuh perubahan, sekaligus menawarkan peluang tanpa batas bagi mereka yang adaptif dan terus belajar. Konsep ini kemudian diwujudkan dalam metafora The Career Jungle.

Melalui penyelenggaraan IWF 2026 Annual Conference, IWF berharap dapat terus membangun ekosistem yang mendorong kolaborasi, mentoring dan jejaring profesional bagi perempuan Indonesia. Harapannya, konferensi ini tidak hanya menjadi forum berbagi inspirasi, tetapi juga melahirkan lebih banyak perempuan yang berani membangun usaha, memimpin organisasi dan memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. (Advertorial)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top