
RollingStock.ID – PT Niramas Utama Tbk (JELI) akhirnya bisa mendapatkan katalis positif menjelang listing saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Juli 2026, setelah pada pelaksanaan penawaran umum perdana saham (IPO) disebutkan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed).
Seperti diketahui, JELI menetapkan harga IPO di batas bawah rentang book building atau senilai Rp900 per saham. Jumlah saham yang dilepas ke publik pun hanya 266 juta lembar bernilai nominal Rp100 per lembar atau setara 21,01 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO. Maka, pada aksi korporasi ini JELI bisa meraup uang masyarakat senilai Rp239,4 miliar.
Sebelumnya, pada masa penawaran awal (book building) yang digelar 15-22 Juni 2026, JELI sempat membanderol harga sekitar Rp900-Rp1.120 per saham. Jumlah saham yang akan dilempar ke masyarakat pada saat itu mencapai maksimal 350 juta lembar atau setara 25,93 persen, dengan harapan bisa menghimpun dana publik berkisar Rp315 miliar hingga Rp392 miliar.
Pada pelaksanaan IPO ini, manajemen JELI menunjuk PT Sucor Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi Efek. Menurut CEO Sucor Sekuritas, Bernardus Wijaya, saat penawaran umum (offering) yang berlangsung 1-3 Juli 2026 terjadi kelebihan permintaan mencapai 273,37 kali dari porsi pooling dengan partisipasi 606.892 Single Investor Identification (SID).
“Sebagai penjamin pelaksana emisi Efek tunggal, kami mengapresiasi kepercayaan investor terhadap IPO JELI. Oversubscribed 273,37 kali dengan lebih dari 606 ribu investor menjadi pencapaian yang sangat istimewa dan menunjukkan optimisme terhadap prospek perseroan,” ujar Bernardus dalam keterangannya yang diedarkan ke publik, Sabtu (4/7).
Pada kesempatan yang sama, Direktur JELI, Adhi S Lukman juga menyampaikan bahwa tingginya animo investor merupakan amanah yang harus dijaga melalui kinerja yang konsisten dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Dia menyebutkan, status sebagai perusahaan terbuka akan mendorong peningkatan tata kelola perusahaan, memperkuat fundamental, memperluas pasar dan meningkatkan kapasitas produksi.
Mengutip Prospektus Final terkait IPO JELI, perusahaan bidang industri makanan dan minuman penutup dengan merek dagang INACO ini akan mendistribusikan saham secara elektronik (Tanggal Emisi) pada 6 Juli 2026 dan pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Juli 2026.
Rencananya, sebesar 56,7 persen dana hasil IPO —setelah dikurangi biaya-biaya emisi— akan digunakan untuk menambah penyertaan modal kepada anak usaha, PT Niramas Pandaan Sejahtera (NPS) dalam bentuk ekuitas, yang akan dilaksanakan pada Kuartal III-2026. Adapun sebesar 10,04 persen akan digunakan JELI untuk belanja modal dalam rangka pembelian mesin, sebesar 10,9 persen untuk pembayaran seluruh pokok utang jangka pendek Kredit Modal Kerja 2 (KMK 2) kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan sisanya akan digunakan JELI sebagai modal kerja. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
