
RollingStock.ID – PT Niramas Utama Tbk (JELI) menargetkan total penjualan untuk Tahun Buku 2026 mencapai Rp949,41 miliar atau bertumbuh 26 persen (year-on-year), setelah pada tahun lalu tercatat mengalami penurunan kinerja di area top line.
Sepanjang 2025, emiten pemilik merek dagang INACO ini hanya membukukan penjualan Rp753,05 miliar alias merosot 4,49 persen dibandingkan dengan capaian di sepanjang 2024 yang sebesar Rp788,43 miliar.
Pada sisi cash flow, JELI hanya mampu mencatatkan arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi untuk Tahun Buku 2025 hanya Rp20,53 miliar atau ambles 83,38 persen dibandingkan arus kas bersih dari aktivitas operasi di 2024 yang mencapai Rp123,55 miliar.
Direktur JELI, Adhi Siswaya Lukman memperkirakan, industri food and beverage (F&B) pada tahun ini akan terus mengalami perbaikan di tengah tantangan pada komponen daya beli masyarakat, bahkan industri ini diyakni bisa secara konsisten bertumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional.
“Makanan dan minuman tumbuhnya jauh lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi. Tahun ini di kuartal pertama tumbuh 7,04 persen dan saya kira ini akan bagus,” kata Lukman usai pencatatan perdana saham JELI di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Selasa (7/7).
Dia memproyeksikan, total penjualan JELI di sepanjang 2026 akan berbalik mengalami pertumbuhan, setelah pada 2025 tercatat menurun dibandingkan dengan realisasi di 2024. “Tahun ini kami berharap tumbuh sekitar 26 persen, top line. Untuk bottom line (laba bersih) harusnya juga lebih tinggi dari tahun lalu,” ucapnya.
Sekadar informasi, untuk sepanjang 2025 laba bersih yang dibukukan JELI tercatat Rp38,37 miliar atau melonjak 180,28 persen dibandingkan laba komprehensif tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk di 2024 senilai Rp13,69 miliar.
Lukman menyatakan, guna mencapai target pertumbuhan pejualan pada tahun ini, JELI sudah berkomitmen untuk secara konsisten memperbaiki mutu produk dan mengembangkan ragam produk. “Tahun ini kami ada launching produk baru, nanti di September dan di November juga ada,” imbuhnya.
Menyoal pangsa ekspor, lanjut dia, perseroan akan lebih terkonsentrasi mengembangkan pasar eksisting di India dan Filipina. “(Pasar) ini yang sudah. Tapi kami akan kembangkan pasar kami ini menjadi yang lumayan besar nantinya,” ujar Lukman.
Dia menyebutkan, sejauh ini JELI tidak memiliki pasar ekspor yang paling dominan atau memiliki kontribusi yang relatif seimbang, seperti pasar di India, Jepang, Arab Saudi dan Filipina. “Eropa juga kami sudah ekspor, ke Amerika Latin juga ekspor, tetapi baru (volume) kecil-kecil. Amerika (Serikat) juga sudah,” katanya. (*)
Penulis: Rahmat A Candra
Editor: Milva Sary
