JECX Sentuh ARA Saat Debut di BEI, Market Cap Melesat Jadi Rp4,07 Triliun

bei
Ilustrasi – (Foto: Milva Sary/RollingStock)

RollingStock.ID – Saat memulai transaksi perdana di pasar sekunder Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) langsung melesat batas auto-rejection atas (ARA) atau menguat 24,8 persen ke posisi Rp1.560 dari harga penawaran senilai Rp1.250 per saham.

Pada pencacatan perdana saham hari ini (7/7) JECX berhasil menguat optimal ke level 1.560, sehingga nilai kapitalisasi pasar ikut terkerek menjadi Rp5,07 triliun dari sebelumnya senilai Rp4,07 triliun. Hingga pukul 9.05 WIB, nilai transaksi tercatat sebesar Rp294,5 juta, dengan volume transaksi sebanyak 188,8 ribu saham dan frekuensi transaksi sebanyak 779 kali.

Pada pelaksanaan IPO, JECX melepas saham ke publik sebanyak 487.983.500 lembar bernilai nominal Rp16 per saham atau setara 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO. Dengan harga penawaran dibanderol Rp1.250 per saham, maka perseroan berhasil menggalang dana publik di pasar primer mencapai Rp609,98 miliar.

Dari total saham yang dilepas ke publik, sebanyak 325.322.300 saham merupakan saham yang dikeluarkan dari portepel JECX atau sebesar 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. Untuk menggenapi menjadi 15 persen, Waldensius Girsang sebagai pemegang saham JEC melakukan divestasi 162.661.200 saham atau sebesar 5 persen.

Pada aksi korporasi ini, manajemen JECX menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) sebagai penjamin pelaksana emisi Efek. Sebelumnya, pada masa penawaran awal (book building) yang digelar 22-24 Juni 2026, JECX membanderol harga sekitar Rp1.200-Rp1.400 per saham dengan kisaran target penghimpunan dana Rp585,58 miliar hingga maksimal Rp683,17 miliar.

Bersamaan dengan IPO, JECX juga menggelar Program Alokasi Saham Karyawan (ESA) dengan mengalokasikan saham sebesar 2,29 persen dari jumlah saham yang ditawarkan dalam IPO atau sebanyak 11.165.000 saham.

Rencananya, sebesar Rp40 miliar dana hasil IPO JECX —setelah dikurangi biaya-biaya emisi— akan digunakan perseroan untuk pembayaran lebih awal atas sebagian pokok utang kepada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan sebesar Rp100 miliar untuk pembayaran lebih awal atas sebagian pokok utang kepada PT Bank HSBC Indonesia.

Sementara itu, sebesar Rp185 miliar akan disalurkan JECX kepada anak perusahaan. Riciannya, sebesar Rp50 miliar disalurkan ke PT Nitra Sanata Bali (NSB) dan selanjutnya akan digunakan untuk modal kerja, sebesar Rp100 miliar kepada PT Orbita untuk membayar utang ke BBCA (BCA) dan senilai Rp35 miliar disalurkan kepada PT JEC Candi Sejahtera (JCS) yang selanjutnya untuk membayar utang ke BBCA.

Adapun sisa dana hasil IPO yang diperoleh JECX akan digunakan digunakan untuk modal kerja perseroan, yaitu biaya-biaya sehubungan dengan kegiatan operasional sehari-hari, antara lain biaya gaji dan tunjangan karyawan yang akan digunakan secara bertahap selambat-lambatnya sampai dengan 31 Desember 2027.

“Melalui IPO, perseroan berharap dapat memperkuat struktur permodalan dan mendukung pertumbuhan JEC, dengan tetap mengedepankan semangat Care with Experience, yaitu pelayanan yang berorientasi pada pasien dan didukung oleh pengalaman, serta keahlian JEC di bidang kesehatan mata” kata Presiden Direktur JECX, Johan AMM Hutauruk di Gedung BEI Jakarta hari ini. (*)

Penulis: Rahmat A Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top