Basis Investor BBCA Terus Meluas, Bertambah Hampir 30 Ribu SID dalam Sebulan

bbca
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Basis investor PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terus mengalami pertumbuhan, tercermin dari Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) per akhir Juni 2026 yang menunjukkan bahwa jumlah pemegang saham mencapai 797.115 single investor identification (SID) atau bertambah 29.745 SID dibandingkan akhir Mei 2026 sebanyak 767.370 SID.

Mengutip data LBRE per akhir Juni 2026, di tengah pertumbuhan jumlah investor tersebut, struktur kepemilikan saham BBCA tidak mengalami perubahan material. PT Dwimuria Investama tetap menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan sebanyak 67.729.950.000 saham atau setara 54,942 persen.

Pada tingkat pemilik manfaat (UBO), pengendalian BCA juga tetap berada di tangan Keluarga Hartono, yakni Robert Budi Hartono dan Bambang Hartono melalui Dwimuria Investama. Meski basis investor terus bertambah, porsi saham yang memenuhi kriteria free float mengalami penurunan.

Per akhir Juni 2026, jumlah saham free float tercatat sebanyak 51.797.131.009 saham atau setara 42,44 persen dari total saham tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) alias menurun dari 51.818.125.663 saham atau setara 42,46 persen pada akhir Mei 2026.

Pada saat yang sama, jumlah saham treasuri BBCA meningkat menjadi 433.298.700 lembar dari sebelumnya 432.416.000 saham. Dengan demikian, BCA menambah sebanyak 882.700 saham treasuri di sepanjang Juni 2026, sedangkan porsinya tetap berada di angka 0,351 persen dari total saham beredar.

LBRE juga menunjukkan bahwa seluruh anggota direksi dan komisaris mempertahankan jumlah kepemilikan saham. Misalnya, Presiden Komisaris BBCA, Jahja Setiaatmadja tetap memiliki 35.802.700 saham atau sebesar 0,03 persen dari jumlah saham perseroan dan Direktur Tan Ho Hien/Subur tetap menguasai sebanyak 11.788.002 saham.

Selain itu, jumlah saham BBCA yang tercatat di BEI tetap sebanyak 122.042.299.500 saham. Perseroan juga masih memiliki 1.232.750.500 saham yang tidak tercatat (unlisted shares) atau setara dengan 1 persen dari total saham. (*)

Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top