
RollingStock.ID – Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) besok (10/7), PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) akan melakukan pencatatan perdana saham, setelah sukses menggelar penawaran umum perdana saham (IPO) di periode 2-8 Juli 2026.
Apabila pada perdagangan di pasar sekunder mampu mengekor kisah sukses di pasar primer yang berhasil meraup dana publik Rp429,25 miliar, maka saham RANS akan melesat ke titik auto-rejection atas (ARA) pada level 228 atau melonjak 34,12 persen dari posisi penawaran di level 170.
Dengan demikian, nilai kapitalisasi pasar (market cap) RANS di hari pertama melantai di BEI akan melonjak menjadi Rp2,87 triliun dari sebelumnya senilai Rp2,14 triliun. Kondisi ini lantaran ditopang saham pendiri yang dicatatkan di Bursa mencapai 10.084.250.000 lembar, selain saham IPO sebanyak 2.525.000.000 saham.
Saat pelaksanaan IPO, perusahaan milik pasangan artis Raffi Farid Ahmad dan Nagita Slavina Mariana Tengker ini memang tercatat melepas saham ke public banyak 2.525.000.000 saham bernilai nominal Rp10 per lembar atau setara 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO.
Dengan harga penawaran umum perdana saham senilai Rp170 per saham, maka RANS berhasil meraup uang masyarakat di pasar primer sebesar Rp429,25 miliar. Pada aksi korporasi ini manajemen RANS menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) sebagai penjamin pelaksana emisi Efek.
Rencananya, sebesar Rp29,95 miliar dari dana hasil IPO —setelah dikurangi biaya-biaya emisi— akan digunakan untuk membayar lebih awal (pelunasan dipercepat) atas seluruh pokok utang kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dan sebesar Rp80 miliar untuk belanja modal (capex) atas rencana ekspansi usaha pembangunan wahana bermain dan belajar bernama Cipungland.
Lalu, sebesar Rp161,45 miliar akan digunakan untuk belanja operasional (opex) dalam rangka penyelenggaraan konser, senilai Rp35 miliar untuk membentuk suatu entitas usaha baru bersama dengan partner usaha yaitu PT Feedloop Global Teknologi dalam rangka pengembangan bisnis teknologi berbasis AI.
Kemudian sebesar Rp85 miliar akan digunakan untuk untuk ekspansi usaha melalui akuisisi kepemilikan saham pada PT Rans Kosmetika Indonesia (Slavina) dan sisanya akan dimanfaatkan untuk melakukan penyetoran modal kepada entitas anak RANS, yakni PT Rans Nikmat Sejahtera (RNS) yang selanjutnya digunakan untuk pengembangan usaha. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
