Raffi Ahmad dan Nagita Bawa RANS Masuk Bursa untuk Jadi Perusahaan Publik

Ilustrasi – (Foto: Milva Sary/RollingStock)

RollingStock.ID – PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini (10/7), sehingga resmi menyandang status sebagai perusahaan publik. Perseroan melepas sebanyak 2.525.000.000 saham baru atau setara 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga penawaran Rp170 per saham.

Menurut pendiri RANS, Raffi Farid Ahmad dalam siaran pers yang diterbitkan di Jakarta, Jumat (10/7), pada pelaksanaan penawaran umum perdana saham (IPO) mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed), dengan hampir satu juta investor mengikuti proses pemesanan saham.

Melalui IPO tersebut, RANS menghimpun dana sebesar Rp429,25 miliar. Dana hasil penawaran umum akan digunakan untuk mendukung sejumlah rencana ekspansi perseroan, dengan alokasi terbesar sekitar 37,61 persen atau Rp161,5 miliar untuk penyelenggaraan konser.

Selanjutnya, sebesar 19,8 persen atau Rp85 miliar untuk mengakuisisi 51 persen saham PT Rans Kosmetika Indonesia, sebesar 18,64 persen atau Rp80 miliar untuk pengembangan wahana bermain dan belajar Cipungland dan sebesar 8,15 persen atau Rp35 miliar diinvestasikan pada perusahaan patungan berbasis kecerdasan buatan (AI) bersama PT Feedloop Global Teknologi.

Lebih lanjut Raffi menyampaikan, RANS juga mengalokasikan sebesar 6,98 persen atau senilai Rp29,95 miliar dari dana hasil IPO untuk pelunasan sebagian fasilitas kredit investasi dan sebesar 8,82 persen atau Rp37,8 miliar untuk memperkuat modal kerja PT Rans Nikmat Sejahtera.

“Hari ini kami tidak sedang merayakan akhir perjalanan, melainkan titik awal. Menjadi perusahaan publik berarti kami memilih untuk tumbuh dengan standar yang lebih tinggi, lebih transparan dan lebih bertanggung jawab kepada seluruh pemegang saham serta masyarakat Indonesia,” kata Raffi.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama RANS, Nagita Slavina Mariana Tengker mengatakan, pencatatan saham di BEI merupakan bagian dari upaya membangun perusahaan kreatif yang dikelola secara profesional dan mampu menciptakan nilai ekonomi jangka panjang.

“Indonesia memiliki talenta kreatif yang luar biasa. Tantangan berikutnya adalah bagaimana kreativitas tersebut dapat berkembang menjadi intellectual property, perusahaan yang dikelola secara profesional dan pada akhirnya menciptakan lapangan kerja, serta nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap perjalanan RANS dapat menjadi salah satu contoh bahwa hal tersebut bukan hanya mungkin, tetapi dapat diwujudkan,” papar Nagita. (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top