Kerugian Lindung Nilai Hantui Kinerja Pelindo di 1H26, Ekuitas Turun Jadi Rp49,71 Triliun

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Kinerja PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo selama enam bulan pertama di 2026 dihantui kerugian instrumen lindung nilai (hedging) yang menekan penghasilan komprehensif dan diikuti penurunan ekuitas. Per 30 Juni 2026, ekuitas menurun 1,29 persen menjadi Rp49,71 triliun dari Rp50,36 triliun per 31 Desember 2025.

Berdasarkan laporan keuangan Pelindo (unaudited) yang dipublikasikan pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (11/7), sepanjang Semester I-2026 perseroan mencatatkan kerugian dari bagian efektif instrumen lindung nilai dalam rangka lindung nilai arus kas mencapai Rp1,51 triliun.

Kondisi tersebut berbalik dari periode yang sama di 2025 yang membukukan keuntungan dari instrumen lindung nilai sebesar Rp816,27 miliar. Selain itu, perubahan nilai wajar aset keuangan melalui penghasilan komprehensif lain tercatat negatif Rp75,69 miliar, meski terdapat keuntungan selisih kurs sebesar Rp69,93 miliar.

Akibatnya, meskipun laba periode berjalan pada 1H26 mengalami peningakatan, namun jumlah laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk justru anjlok 63,07 persen (year-onyear) menjadi Rp899,43 miliar. Secara konsolidasi, total laba komprehensif periode berjalan juga ambles 58,69 persen menjadi Rp1,05 triliun dari Rp2,54 triliun pada Semester I-2025.

Pada Semeseter I-2026. Pelindo mencatatkan laba periode berjalan Rp2,57 triliun atau meningkat 60,42 persen dibandingkan Semester I-2025 senilai Rp1,60 triliun. Adapun besaran laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada 1H2026 senilai Rp2,42 triliun atau melonjak 61,9 persen dibandingkan laba bersih 1H25 senilai Rp1,49 triliun.

Kenaikan laba tersebut ditopang pertumbuhan pendapatan operasi pada 1H26 sebesar 11,29 persen (y-o-y) menjadi Rp18,51 triliun. Laba usaha tercatat meningkat 32,43 persen (y-oy) menjadi Rp4,51 triliun, sedangkan bagian laba entitas asosiasi melambung 74,23 persen (y-o-y) menjadi Rp376,24 miliar.

Meski demikian, posisi ekuitas per 30 Juni 2026 tercatat menurun menjadi Rp49,71 triliun dari Rp50,36 triliun pada 31 Desember 2025. Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk hingga akhir Semester I-2026 juga menurun 1,64 persen menjadi Rp48,09 triliun dari Rp48,89 triliun pada akhir Desember 2025.

Penurunan ekuitas Pelindo secara year-to-date (y-t-d) hingga akhir Semester I-2026 tersebut dipengaruhi oleh penurunan penghasilan komprehensif lain, khususnya kerugian lindung nilai, serta pembagian dividen tunai kepada pemegang saham yang mencapai Rp1,7 triliun selama periode berjalan.

Per 30 Juni 2026, total aset Pelindo tercatat Rp128,75 triliun atau lebih tinggi 2,14 persen dari posisi per 31 Desember 2025 sebesar Rp126,05 triliun. Hingga akhir Semester I-2026, total liabilitas tercatat membengkak 4,41 persen (y-t-d) menjadi Rp79,04 triliun, terutama didorong kenaikan utang bank jangka panjang menjadi Rp35,49 triliun dan utang obligasi menjadi Rp8,89 triliun.

Sementara itu, kas dan setara kas Pelindo per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp14,88 triliun alias melorot 4,43 persen dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2025 mencapai Rp15,57 triliun pada 31 Desember 2025. Penurunan kas ini terutama disebabkan oleh lonjakan arus kas bersih yang digunakan untuk aktitivitas investasi di Semester I-2026 mencapai 95,88 persen (y-o-y) menjadi Rp3,42 triliun. (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top