
RollingStock.ID – Saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menunjukkan sinyal teknikal yang mulai membaik setelah berhasil menembus (breakout) pola downtrend channel, sehingga mengindikasikan adanya potensi pembalikan arah tren menuju fase penguatan.
Pada penutupan perdagangan Jumat (10/7) di Bursa Efek Indonesia (BEI), PGEO berada di level 1.005 atau menguat hingga 5,79 persen dibandingkan sehari sebelumnya. Secara teknikal, saham ini bisa dikatakan memiliki rekomendasi buy on pullback di posisi 975, dengan target harga (TP) 1.070 atau berpotensi menguat 9,74 persen.
Bercermin pada data perdagangan yang setidaknya dalam sepekan terakhir, level stop loss PGEO berada di posisi 945 atau sebesar 3,08 persen di bawah harga masuk, sehingga menghasilkan tingkat risk to reward ratio sebesar 1:3,2.
Mengacu pada pemantauan arus dana transaksi investor besar atau institusi (smart money), tekanan jual PGEO masih sedikit lebih dominan dibandingkan dengan aksi beli. Kondisi ini terindikasi dari tingkat keseimbangan antara aktivitas akumulasi (pembelian) dan distribusi (penjualan) oleh pelaku pasar besar yang memiliki skor 13,1. Artinya, distribusi masih sedikit lebih dominan ketimbang akumulasi meskipun angkanya relatif kecil, tetapi belum menunjukkan tekanan jual yang kuat.
Selama periode 11 April hingga 10 Juli 2026, total akumulasi smart money sebesar Rp578,19 miliar, sedangkan total distribusi mencapai Rp624,84 miliar. Dengan demikian, tercatat ada net distribution sebesar Rp46,65 miliar atau masih terjadi arus dana keluar dari PGEO.
Kendati demikian, besarnya tekanan jual dinilai belum terlalu kuat, karena indikator Distribution Quality pada PGEO berada di level 50,6 persen. Distribusi terbilang masih moderat, karena aktivitas jual merupakan kombinasi antara pelepasan saham oleh investor besar dan perpindahan kepemilikan yang wajar (routine turnover), sehingga belum mencerminkan aksi jual agresif secara masif.
Saat ini akumulasi bersih arus dana dari waktu ke waktu masih menunjukkan perbaikan dari sebelumnya sempat tertekan hingga mendekati minus Rp80 miliar menjadi minus Rp46,65 miliar. Perbaikan ini terjadi seiring dengan pemulihan harga PGEO dari level 780 pada awal Juni menuju level 1.000 pada awal Juli 2026.
Dengan demikian, meskipun data arus dana masih menunjukkan distribusi bersih oleh investor besar, tekanan jual terlihat mulai berkurang. Kondisi tersebut sejalan dengan munculnya sinyal teknikal yang lebih konstruktif setelah saham PGEO berhasil breakout dari pola downtrend, sehingga hari ini pergerakannya layak untuk dicermati oleh investor. (*)
Penulis: Milva Sary
Editor: Milva Sary
