
RollingStock.ID – Upaya PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) menarik lebih banyak investor ritel melalui aksi stock split belum langsung direspons positif pasar. Pada hari pertama perdagangan saham hasil stock split di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (16/7), saham RAJA justru ditutup melemah 3,8 persen ke level 885 alias lebih rendah dari harga teoritis 920 yang ditetapkan BEI.
Pelemahan harga saham perusahaan milik konglomerat Hapsoro Sukmonohadi (Happy Hapsoro) tersebut terjadi di tengah mulai efektifnya pelaksanaan stock split dengan rasio 1:5 di pasar reguler dan pasar negosiasi. Sebelumnya, BEI menetapkan harga teoritis saham RAJA sebesar Rp920 per lembar, yang dihitung dari harga penutupan cum di pasar reguler pada 15 Juli 2026 sebesar Rp4.600 dibagi rasio stock split 1:5.
Pada perdagangan Sesi I, saham RAJA dibuka di level 915, sempat menguat hingga menyentuh 935. Sayangnya, saham justru berbalik melemah dan menyentuh level terendah hari ini di posisi 880. Akhirnya pada penutupan Sesi I berakhir di level 885 dengan harga rata-rata transaksi (average price) 899,83.
Kendati berakhir di zona merah, aktivitas perdagangan saham RAJA terpantau cukup tinggi pada hari pertama pasca-stock split. Volume transaksi mencapai 161,8 juta saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp145,6 miliar dan frekuensi perdagangan sebanyak 29.490 kali. Sementara itu, kapitalisasi pasar perseroan tercatat sebesar Rp18,7 triliun.
Setelah sempat diperdagangkan di atas harga teoritis pada awal sesi, tekanan jual membuat saham bergerak di kisaran 885-895 hingga penutupan Sesi I. Kondisi ini sekaligus mencerminkan bahwa pergerakan RAJA secara intraday mengalami volatilitas yang terbilang cukup tinggi.
Pelaksanaan stock split RAJA sendiri merupakan tindak lanjut dari persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada 23 Juni 2026. Melalui aksi korporasi tersebut, perseroan memecah nilai nominal saham dengan rasio 1:5, sehingga nilai nominal berubah dari Rp25 per saham menjadi Rp5 per saham.
Konsekuensinya, jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh meningkat lima kali lipat dari 4.227.082.500 saham menjadi 21.135.412.500 saham. Sebelumnya manajemen RAJA menyebutkan bahwa pelaksanaan stock split dikarenakan harga saham perseroan berada pada level yang relatif tinggi, sehingga dinilai kurang terjangkau bagi sebagian investor ritel.
Sekadar informasi, saat rencana aksi korporasi diumumkan, harga penutupan saham RAJA pada 12 Mei 2026 senilai Rp4.170 per lembar, sedangkan menjelang pelaksanaan stock split atau pada 10 Juli 2026 berada di level Rp4.290 per saham.
Manajemen RAJA berharap, pelaksanaan stock split bisa membuat harga saham menjadi lebih terjangkau, meningkatkan likuiditas perdagangan, memperluas basis pemegang saham dan menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham dalam jangka panjang. (*)
Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary
