
RollingStock.ID – PT Bumi Berkah Boga, pemilik merek Kopi Kenangan dikabarkan sedang menjajaki pelaksanaan penawaran umum perdana saham (IPO), dengan target valuasi mencapai sekitar USD1 miliar. Dalam proses tersebut, perusahaan juga menyebutkan ada opsi pencatatan saham di bursa Singapura.
Mengutip laporan Wall Street Journal, Jumat (17/7), saat ini Kopi Kenangan tengah berdiskusi dengan sejumlah bank untuk mengeksplorasi rencana IPO. Namun, pembahasan masih berada pada tahap awal, sehingga belum ada penetapan waktu pelaksanaan maupun besaran nilai penghimpunan dana.
Rencana IPO tersebut muncul setelah Kopi Kenangan mencatat ekspansi bisnis yang pesat sejak didirikan pada 2017 oleh Edward Tirtanata dan James Prananto. Perusahaan mengusung konsep kopi berkualitas dengan harga terjangkau yang menyasar kalangan muda, dengan produk andalan Kopi Kenangan Mantan yang memadukan biji kopi robusta dan arabika Indonesia, susu, krimmer dan gula aren.
Seperti diketahui, Kopi Kenangan memperoleh status unicorn pada 2021, setelah meraih pendanaan Seri C senilai USD96 juta. Dua tahun kemudian, jumlah gerainya di Indonesia telah melampaui jaringan Starbucks di pasar domestik.
Hingga Desember 2025, perusahaan mengoperasikan 1.136 gerai di Indonesia dan 188 gerai di luar negeri, sehingga total jaringan mencapai lebih dari 1.300 gerai. Kopi Kenangan juga mengklaim bahwa pihaknya menguasai sepertiga pangsa pasar jaringan kedai kopi di Indonesia. Perusahaan didukung sejumlah investor global, di antaranya Serena Williams dan Jay-Z.
Pendiri dan CEO Group Kopi Kenangan, Edward Tirtanata, sebelumnya menargetkan ekspansi yang lebih agresif dengan investasi mencapai USD200 juta untuk meningkatkan jumlah gerai menjadi 4.000 unit pada 2030, disertai ekspansi ke dua hingga tiga negara baru setiap tahun. “Kami ingin menjadi merek yang paling dominan di Asia Tenggara, bukan hanya dari jumlah gerai, tetapi juga dari sisi pendapatan dan profitabilitas,” ucapnya.
Prospek ekspansi tersebut ditopang pertumbuhan industri kopi Indonesia yang masih kuat. Redseer Strategy Consultants memperkirakan, nilai pasar kopi Indonesia yang mencakup penjualan di kafe, restoran, hotel maupun gerai ritel, akan bertumbuh dengan CAGR sebesar 11 persen dari USD6,7 miliar pada 2024 menjadi USD12,6 miliar pada 2030.
Redseer juga memproyeksikan, porsi konsumsi kopi di luar rumah meningkat menjadi 65 persen hingga 70 persen dari total konsumsi pada 2030, dibandingkan dengan sebesar 50 persen pada 2024. Tren ini mencerminkan adanya peningkatan jumlah masyarakat kelas menengah dan pergeseran preferensi konsumen terhadap kopi berkualitas dengan harga yang tetap terjangkau. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
