Sektor Keuangan Pimpin Penguatan Sektoral, Saham Big Banks Topang IHSG

bei
Ilustrasi – (Foto: Milva Sary/RollingStock)

RollingStock.ID – Rotasi dana investor pada perdagangan Sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (17/7) mengarah ke sejumlah saham sektor keuangan, tercermin dari penguatan indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) sebesar 1,62 persen atau kenaikan terbesar secara sektoral.

Mengacu pada data perdagangan saham di BEI, pada penutupan di paruh pertama perdagangan hari ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,55 persen ke level 6.141, dengan nilai transaksi sebesar Rp7,21 triliun dan volume transaksi sebanyak 11,03 miliar saham. Sebanyak 333 saham tercatat menguat, sedangkan 288 saham melemah dan ada 344 saham ditutup stagnan.

Penguatan indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) didukung dominasi 61 saham yang menguat, sedangkan 15 saham melemah dan ada 20 saham tidak mengalami perubahan harga. Selain ditopang oleh luasnya penguatan saham di sektor keuangan, indeks tersebut juga memperoleh kontribusi besar dari kenaikan saham-saham perbankan berkapitalisasi pasar terbesar di BEI.

Saham BBCA mengalami kenaikan 2,41 persen ke level 6.375 dengan nilai kapitalisasi pasar (market cap) Rp778 triliun, BBRI menguat 3,15 persen ke posisi 2.950 dengan market cap Rp442 triliun dan BMRI meningkat 3,25 persen ke level 4.450 dengan market cap Rp411 triliun.

Meski secara persentase kenaikannya tidak setinggi sejumlah saham sektor keuangan lainnya, besarnya market cap ketiga emiten tersebut membuat kontribusinya terhadap penguatan IDXFINANCE dan selanjutnya menopang laju IHSG. Secara persentase, saham sektor keuangan dengan kenaikan tertinggi adalah BVIC (+17,9%) dan BACA (+13,6%).

Di luar sektor keuangan, indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) menguat 0,22 persen, terutama ditopang kenaikan harga saham KBLV (+25,9%) dan KOKA (+14,6%). Indeks sektor properti (IDXPROPERT) juga masih berada di zona hijau setelah naik 0,16 persen, lantaran terkatrol TARA (+6,7%) dan BAPI (+6,7%).

Sementara itu, indeks sektor barang konsumsi primer (IDXCYCLIC) mencatat kenaikan tipis 0,07 persen, dengan dukungan peningkatan harga saham ECII (+20,3%) dan KLIN (+9,4%). Di sisi lain, indeks sektor barang konsumsi non-primer (IDXNONCYC) menurun 0,06 persen, khususnya tertekan pelemahan ANDI (-5,6%) dan PSDN (-4,1%).

Indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) juga berakhir di zona merah dengan penurunan 0,09 persen, terutama dipengaruhi saham TAXI (-7,7%) dan SAFE (-3,2%). Tekanan di market berlanjut pada indeks sektor energi (IDXENERGY) yang merosot 0,3 persen, khususnya dipicu saham RMKE (-10,5%) dan INDY (-2,8%). Selanjutnya, indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) terkoreksi 0,37 persen, terutama diakibatkan oleh tekanan PRDL (-10,1%) dan OMED (-6,7%).

Indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) juga berakhir di teritori negatif dengan penurunan 0,43 persen, khususnya disebabkan koreksi pada SINI (-7,9%) dan CTTH (6,6%). Tekanan juga terjadi pada indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) yang terperosok 0,49 persen, terutama dipicu pelemahan WGSH (-5,3%) dan IRSX (-4,1%).

Adapun pelemahan terdalam di antara 11 sektor, justru dibukukan indeks sektor barang baku (IDXBASIC) yang pada perdagangan kemarin memimpin reli indeks sectoral. Indeks ini terpantau melorot 0,73 persen, khususnya dipengaruhi penurunan harga IFSH (-3,6%) dan NICL (-2,9%). (*)

Penulis: Rahmat A Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top