
RollingStock.ID – Investor asing mulai berbalik mencatatkan nilai beli bersih (net foreign buy) Rp283,4 miliar di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan kemarin (16/7). Aliran dana asing terkonsentrasi pada saham perbankan dan komoditas berkapitalisasi besar, dengan BBCA BMRI, ANTM dan AMMN menjadi tujuan utama akumulasi.
Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, net foreign buy tersebut sejalan dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 1,1 persen ke level 6.108. Investor asing mencatatkan nilai pembelian Rp3,49 triliun atau lebih tinggi dibandingkan nilai penjualan Rp3,207 triliun, sehingga menghasilkan net foreign buy Rp283,4 miliar.
Kondisi tersebut tentunya berbanding terbalik dengan perdagangan sehari sebelumnya yang masih mengalami net foreign sell sebesar Rp160,43 miliar. Kemarin, arus dana asing paling besar mengalir ke BBCA dengan nilai pembelian bersih Rp186,7 miliar, disusul BMRI sebesar Rp180,1 miliar, ANTM sebesar Rp59,2 miliar, AMMN senilai Rp45,8 miliar dan TPIA senilai Rp38,9 miliar.
Komposisi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa investor asing mulai kembali mengakumulasi sejumlah saham unggulan (blue chips), terutama dari sektor perbankan dan komoditas.
Sebaliknya, aksi distribusi asing terbesar terjadi pada ASII dengan net foreign sell mencapai Rp122,5 miliar, diikuti RANS sebesar Rp53,9 miliar, BUMI sebesar Rp49,9 miliar, BBRI senilai Rp44,2 miliar dan BRMS senilai Rp37,4 miliar.
Meski investor asing mulai mencatatkan nilai beli bersih, namun akumulasi transaksi masih menunjukkan tekanan jual dalam periode yang lebih panjang. Dalam lima Hari Bursa terakhir, net foreign sell di pasar reguler sebesar Rp2,1 triliun dan sebulan terakhir sebesar Rp13,31 triliun. Untuk sepanjang tahun berjalan (y-t-d) di 2026, net foreign sell di pasar reguler mencapai Rp92,05 triliun.
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
