Laba Bersih MAPI di 1H26 Naik 26,87%, Capex Rp2,4 Triliun dan Akuisisi Sports Direct Perkuat Ekspansi

Sports Direct Malaysia – (Foto: RollingStock)

RollingStock.ID – Selama enam bulan pertama tahun ini, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) membukukan laba bersih Rp1,22 triliun atau meningkat 26,87 persen dibandingkan realisasi di Semester I-2025 senilai Rp960,93 miliar. Pertumbuhan laba ini ditopang kenaikan pendapatan dua digit, perbaikan laba usaha hingga akuisisi Sports Direct Malaysia.

Berdasarkan laporan keuangan MAPI untuk periode yang berakhir 30 Juni 2026, emiten di baah kendali Pacific Universal Investment Pte Ltd ini mencatatkan pendapatan bersih mencapai Rp24,16 triliun atau melonjak 23,36 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2025 sebesar Rp19,58 triliun.

Kenaikan itu terutama berasal dari penjualan eceran dan grosir di 1H26 yang melambung 24,09 persen (year-on-year) menjadi Rp23,26 triliun. Komisi penjualan konsinyasi bersih juga meningkat 5,02 persen (y-o-y) menjadi Rp706,59 miliar, sedangkan pendapatan lain-lain naik 28,83 persen (y-o-y) menjadi Rp124,85 miliar. Adapun pendapatan sewa dan jasa pemeliharaan di 1H26 menurun 4,75 persen menjadi Rp67,46 miliar dari Rp70,83 miliar pada 1H25.

Seiring dengan peningkatan aktivitas usaha, beban pokok penjualan dan beban langsung MAPI di Semester I-2026 mengalami kenaikan 28,08 persen menjadi Rp14,4 triliun dari Rp11,24 triliun pada Semester I-2025. Kendati demikian, laba bruto di paruh pertama tahun ini tetap bertumbuh 16,99 persen menjadi Rp9,76 triliun dibandingkan periode yang sama di 2025 sebesar Rp8,34 triliun.

Beban penjualan di 1H26 tercatat membengkak 16,51 persen (y-o-y) menjadi Rp6,62 triliun, sedangkan beban umum dan administrasi meningkat 9,66 persen (y-o-y) menjadi Rp1,11 triliun. Dengan kenaikan beban usaha yang lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pendapatan, maka laba usaha MAPI di Semester I-2026 melompat 23,21 persen menjadi Rp2,02 triliun dari Rp1,64 triliun pada Semester I-2025.

Pada pos non-operasional, beban keuangan di 1H26 meningkat 6,47 persen menjadi Rp305,05 miliar dari Rp286,50 miliar pada 1H25. Sebaliknya, beban pajak final menurun 15,28 persen (y-o-y) menjadi Rp13,69 miliar. Bagian laba bersih entitas asosiasi dan ventura bersama tercatat merosot 2,67 persen (y-o-y) menjadi Rp46,3 miliar, sedangkan keuntungan selisih kurs (neto) melonjak 253,68 persen (y-o-y) menjadi Rp53,09 miliar.

Adapun pendapatan bunga di paruh pertama tahun ini tercatat meningkat 18,31 persen menjadi Rp63,04 miliar dari Rp53,28 miliar pada periode yang sama di 2025. Namun, pos keuntungan dan kerugian lain-lain berbalik dari keuntungan Rp19,24 miliar di 1H25 menjadi kerugian sebesar Rp17,62 miliar pada 1H26.

Dengan perkembangan tersebut, laba sebelum pajak meningkat 25,49 persen (y-o-y) menjadi Rp1,84 triliun. Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) di 1H26 sebesar Rp390,44 miliar, maka laba periode berjalan yang dicatatkan MAPI menjadi Rp1,45 triliun atau meningkat 26,87 persen dibandingkan 1H25 sebesar Rp1,15 triliun.

Sementara itu, besaran laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk di Semester I-26 tercatat melonjak 26,49 persen menjadi Rp1,22 triliun dari senilai Rp960,93 miliar pada Semester I-2025. Laba per saham dasar pada paruh pertama tahun ini juga tercatat meningkat 25,86 persen menjadi Rp73 per saham dari Rp58 per saham pada paruh pertama di 2025.

Dari sisi operasional, pasar Indonesia tetap menjadi kontributor terbesar pendapatan MAPI dengan nilai Rp20,08 triliun atau sebesar 83,12 persen dari total pendapatan bersih. Pendapatan dari Filipina sebesar Rp1,64 triliun, Vietnam sebesar Rp1,08 triliun, Thailand senilai Rp526,38 miliar dan negara lainnya Rp836,77 miliar. Kontribusi pasar luar negeri ini menunjukkan ekspansi regional MAPI terus memberikan dorongan terhadap pertumbuhan pendapatan perseroan.

Berdasarkan informasi segmen, MAPI membukukan belanja modal (capex) sebesar Rp2,40 triliun selama Semester I-2026, sedangkan beban penyusutan dan amortisasi mencapai Rp1,82 triliun. Per 30 Juni 2026, total aset perseroan tercatat Rp35,42 triliun atau meningkat 7,90 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 sebesar Rp32,82 triliun.

Hingga akhir Semester I-2026, MAPI mencatatkan persediaan Rp10,42 triliun atau meningkat 11,5 persen dibandingkan per akhir Desember 2025 senilai Rp9,34 triliun. Adapun kas dan setara kas per 30 Juni 2026 tersisa Rp4,42 triliun atau menurun 12,32 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 sebesar Rp5,04 triliun. Per akhir Juni 2026, perseroan mencatat uang muka akuisisi saham sebesar Rp528,3 miliar, padahal per akhir 2025 belum ada uang muka akuisisi saham.

Dalam catatan laporan keuangan, manajemen MAPI mengungkapkan bahwa pada 1 Juli 2026 perseroan melalui entitas usahanya di Singapura, Athletica International Holdings Pte Ltd (AIH) telah menyelesaikan akuisisi 100 persen saham Sports Direct Malaysia Sdn Bhd dari Frasers Group Trading Limited senilai USD148,91 juta. Uang muka akuisisi saham sebesar USD29,59 juta atau setara Rp528,30 miliar yang tercatat pada neraca per 30 Juni 2026 merupakan bagian dari transaksi tersebut.

Pada sisi pendanaan, total liabilitas hingga akhir Semester I-2026 tercatat membengkak 7,02 persen menjadi Rp16,71 triliun dari Rp15,61 triliun pada akhir Desember 2025. Utang bank melonjak 35,09 persen menjadi Rp3,88 triliun dari Rp2,87 triliun, sedangkan total ekuitas bertumbuh 8,7 persen menjadi Rp18,71 triliun dari Rp17,21 triliun. Saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya per 30 Juni 2026 tercatat Rp11,97 triliun atau meningkat 9,56 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 senilai Rp10,92 triliun. (*)

Penulis: Rahmat A Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top