Laba Bersih ASII di 2026 Diprediksi Turun 15,3%, Sejalan dengan Pelemahan Kinerja Semester I

asii
PT Astra International Tbk (ASII) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Laba bersih inti PT Astra International Tbk (ASII) di sepanjang 2026 diproyeksikan menurun 15,3 persen dibandingkan dengan realisasi Tahun Buku 2025 yang mencapai Rp32,75 triliun. Proyeksi ini sejalan dengan pelemahan kinerja perseroan yang mulai terlihat pada Semester I-2026.

Mengutip data proyeksi kinerja keuangan ASII, emiten di bawah kendali Jardine Cycle & Carriage Limited ini memperkirakan pendapatan untuk periode Januari-Desember 2026 mencapai Rp316,785 triliun atau mengalami penurunan sebesar 2 persen dibandingkan dengan capaian di sepanjang 2025 sebesar Rp323,39 triliun pada 2025A.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian ASII per 30 Juni 2026, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp12,53 triliun atau melorot 19,22 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2025 sebesar Rp15,52 triliun.

Pada area top line, pendapatan bersih Astra selama enam bulan pertama tahun ini tercatat sebesar Rp157,91 triliun atau merosot 3 persen dibandingkan Rp162,857 triliun pada periode yang sama di 2025. Tekanan terhadap pendapatan diproyeksikan berlanjut pada profitabilitas operasional, dengan laba operasi di 2026 diprediksi menurun 28 persen (y-o-y) menjadi Rp27,917 triliun.

Sumber: ASII, RollingStock

Penurunan laba operasi tersebut diperkirakan akan berdampak pada laba bersih inti perseroan. Selain menurun menjadi Rp27,73 triliun, core earnings per share (EPS) di 2026 juga diproyeksikan melemah 15,3 persen menjadi 692 dari 809 pada 2025. Sementara itu, return on equity (ROE) FY26 diperkirakan merosot menjadi 11,5 persen dari 14,3 persen pada FY25.

Kendati demikian, proyeksi menunjukkan tekanan tersebut diperkirakan hanya bersifat sementara, karena pada tahun depan pendapatan ASII diproyeksikan bakal bertumbuh 5 persen menjadi Rp332,18 triliun, diikuti pemulihan laba operasi sebesar 21 persen menjadi Rp33,822 triliun.

Sejalan dengan kondisi tersebut, laba bersih inti diestimasikan meningkat menjadi Rp31,31 triliun pada Tahun Buku 2027 dari proyeksi Rp27,73 triliun pada Tahun Buku 2026. Core EPS induk dari UNTR ini diproyeksikan meningkat menjadi 781 alias bertumbuh 12,9 persen, sedangkan ROE ASII diperkirakan membaik menjadi 12,1 persen. (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top