Laba Bersih TLKM di 1H26 Naik Tipis, Tapi Ekuitas Turun Double Digit dan Liabilitas Membengkak 22,61%

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mencatat kenaikan laba bersih pada Semester I-2026, namun di balik pertumbuhan tersebut justru struktur permodalan menunjukkan adanya tekanan. Ekuitas tercatat menyusut hingga 10,42 persen dan liabilitas membengkan 22,61 persen, meski laba bersih meningkat 1,43 persen.

Berdasarkan laporan keuangan TLKM untuk periode yang berakhir 30 Juni 2026, emiten di bawah kendali PT Danantara Asset Management membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp10,62 triliun atau meningkat tipis 1,43 persen dibandingkan Semester I-2025 senilai Rp10,47 triliun.

Namun pada sisi lain, total ekuitas TLKM per 30 Juni 2026 tercatat Rp134,85 triliun atau merosot hingga double digit sebesar 10,42 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 sebesar Rp150,54 triliun. Sementara itu, total liabilitas hingga akhir Semester I-2026 mencapai Rp168,24 triliun alias membengkak 22,61 persen dari Rp137,22 triliun pada akhir Desember 2025.

Selama enam bulan pertama tahun ini, TLKM mencatatkan pendapatan Rp75,88 triliun atau bertumbuh 3,94 persen dibandingkan periode yang sama di 2025 sebesar Rp73 triliun. Namun kenaikan pendapatan ini tidak sepenuhnya tercermin pada penguatan struktur keuangan. Karena, nilai ekuitas justru tergerus dan liabilitas meningkat jauh lebih cepat dibandingkan pertumbuhan aset yang hanya meningkat 5,33 persen menjadi Rp303,09 triliun dari Rp287,76 triliun.

Mengacu pada balance sheet TLKM, saat ini total liabilitas sudah melampaui total ekuitas atau sebesar 125 persen dari ekuitas, lebih tinggi dibandingkan sebesar 91 persen per 31 Desember 2025. Hal ini menunjukkan porsi pendanaan perseroan yang berasal dari kewajiban semakin besar dibandingkan modal. Pada sisi arus kas, TLKM membukukan arus kas bersih dari aktivitas operasi di Semester I-2026 sebesar Rp34,86 triliun atau meningkat dari Rp32,57 triliun pada Semester I-2025. (*)

Penulis: Rahmat A Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top