Lonjakan Laba Bersih BUMI di 1H26 Dibayangi Kenaikan Beban Keuangan 144% dan Arus Kas Operasi Kian Minus

bumi
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Selama enam bulan pertama tahun ini, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berhasil membukukan kenaikan laba bersih secara signifikan, namun perbaikan kinerja ini masih dibayangi lonjakan beban keuangan sebesar 144,08 persen dan memburuknya arus kas operasi hingga 632,76 persen, serta liabilitas yang membengkak 23,41 persen akibat bertambahnya utang.

Berdasarkan laporan keuangan BUMI untuk periode yang berakhir 30 Juni 2026, emiten milik pengusaha Aburizal Bakrie ini mencatatkan laba bersih USD58,85 juta atau melambung 188,39 persen dibandingkan dengan Semester I-2025 yang senilai USD20,41 juta. Sementara itu, pendapatan di 1H26 melejit 27,85 persen menjadi USD866,75 juta dari USD677,93 juta pada 1H25.

Pada periode Januari-Juni 2026, BUMI membukukan laba usaha sebesar USD83,13 juta atau melompat 50,33 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2025 senilai USD55,30 juta. Sayangnya, beban bunga dan keuangan meningkat jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan laba usaha.

Selama enam bulan pertama tahun ini, beban bunga dan keuangan yang dicatatkan BUMI mencapai USD28,01 juta atau membengkak 144,08 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2025 senilai USD11,48 juta. Selain itu, beban pajak penghasilan di 1H26 juga tercatat meningkat 141,53 persen menjadi USD27,87 juta dari USD11,54 juta pada 1H25.

Tekanan lain terlihat dari arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi di Semester I-2026 mencapai minus USD64,84 juta alias membengkak 632,76 persen dibandingkan minus USD8,85 juta pada Semester I-2025. Sementara itu, kenaikan saldo kas BUMI lebih banyak ditopang aktivitas pendanaan dibandingkan operasi. Per 30 Juni 2026, perseroan mencatatkan kas dan setara kas USD179,69 juta atau bertumbuh 51,52 persen (y-o-y).

Pada akhir Semester I-2026, total liabilitas BUMI tercatat USD1,64 miliar atau membengkak 23,41 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 sebesar USD1,33 miliar. Kenaikan ini terutama dipicu oleh pinjaman jangka panjang yang meningkat 88,84 persen menjadi USD382,84 juta dari USD202,73 juta, utang obligasi melonjak 118,05 persen menjadi USD237,61 juta dari USD108,97 juta hingga utang usaha kepada pihak ketiga membengkak 78,57 persen menjadi USD149,83 juta dari USD83,91 juta.

Per 30 Juni 2026, total aset perseroan USD4,59 miliar atau meningkat 8,87 persen (year-to-date) dan total ekuitas BUMI tercatat USD2,95 miliar atau bertumbuh 2,18 persen menjadi USD2,95 miliar dari USD2,89 miliar pada 31 Desember 2025. (*)

Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top