Laba Bersih BRPT di 1H26 Ambles 64,71% Akibat Beban Keuangan Membengkak 36,92%

brpt
PT Barito Pacific Tbk (BRPT) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Selama enam bulan pertama tahun ini, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menderita penurunan tajam pada, padahal pendapatan perseroan melonjak signifikan. Penurunan laba ini terutama dipicu kenaikan beban keuangan, hilangnya keuntungan lain-lain dan peningkatan berbagai beban operasional.

Berdasarkan laporan keuangan BRPT untuk periode yang berakhir 30 Juni 2026, emiten milik taipan Prajogo Pengestu ini hanya membukukan laba bersih senilai USD190,49 juta atau ambles 64,71 persen dibandingkan periode yang sama di 2025 sebesar USD539,82 juta. Sementara itu, laba periode berjalan secara konsolidasian tercatat nyungsep 69,93 persen menjadi USD518,44 juta dari USD1,72 miliar.

Pada periode Januari-Juni 2026, BRPT mampu mencatatkan pendapatan USD5,69 miliar atau melonjak 76,11 persen dibandingkan dengan periode Januari-Juni 2025 senilai USD3,23 miliar. Namun lonjakan revenue ini tidak mampu dikonversi menjadi pertumbuhan laba, karena adanya tekanan dari sisi biaya dan penurunan kontribusi pendapatan non-operasional.

Salah satu faktor utama yang membebani kinerja adalah beban keuangan di Semester I-2026 yang membengkak 36,92 persen menjadi USD259,25 juta dari USD189,34 juta pada Semester I-2025. Selain itu, pos keuntungan dan kerugian lain-lain berubah drastis menjadi rugi bersih mencapai USD85,19 juta, setelah pada periode yang sama tahun lalu mencatat keuntungan USD1,87 miliar. Perubahan tajam pada pos ini ikut menyebabkan laba sebelum pajak di 1H26 anjlok 62,14 persen menjadi USD659,25 juta dari USD1,74 miliar pada 1H25.

Tekanan terhadap profitabilitas juga tercermin dari peningkatan sejumlah beban operasional, tercermin dari beban penyusutan dan amortisasi di 1H26 yang membengkak 79,18 persen (y-o-y) menjadi USD223,16 juta, sedangkan beban umum dan administrasi melonjak 64,5 persen menjadi USD129,65 juta dibandingkan USD78,82 juta pada 1H25.

Di sisi neraca, total utang bank jangka panjang yang dicatatkan BRPT meningkat menjadi USD5,41 miliar per 30 Juni 2026, terdiri dari bagian jangka pendek sebesar USD296,94 juta dan bagian jangka panjang mencapai USD5,11 miliar. Sementara itu, total utang obligasi dan wesel bayar meningkat menjadi USD2,24 miliar, terdiri atas bagian jangka pendek USD257,61 juta dan bagian jangka panjang sebesar USD1,98 miliar.

Pada sisi cash flow di periode Januari-Juni 2026, kualitas laba BRPT juga masih menghadapi tantangan, ditunjukkan dari arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi tercatat negatif USD69,18 juta alias lebih besar dibanding arus kas operasi negatif USD50,06 juta pada periode Januari-Juni 2025. Kondisi ini terjadi setelah kas yang dihasilkan dari operasi sebesar USD227,92 juta tidak mampu menutupi pembayaran beban keuangan yang mencapai USD231,25 juta, sehingga aktivitas operasional kembali mencatat arus kas negatif.

Kendati demikian, posisi kas dan setara kas BRPT per 30 Juni 2026 tercatat meningkat menjadi USD3,18 miliar dari sebesar USD3,01 miliar pada 31 Desember 2025. Kenaikan ini terutama ditopang arus kas pendanaan yang menghasilkan kas bersih sebesar USD495,75 juta, antara lain berasal dari penarikan utang bank jangka pendek, utang bank jangka panjang, serta penerbitan utang obligasi dan wesel bayar. (*)

Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top