Saham Prajogo Pangestu Jadi Incaran Asing, Net Buy di Pasar Reguler Rp156,57 Miliar

prajogo pangestu
Boss Barito Group, Prajogo Pangestu (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Investor asing kembali mencatatkan nilai beli bersih (net foreign buy) Rp156,57 miliar di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan kemarin, sejalan dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 0,91 persen ke level 6.231.

Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, Senin (20/7), secara keseluruhan investor asing membukukan pembelian mencapai Rp6,82 triliun dan penjualan Rp6,73 triliun. Di pasar reguler, arus dana asing menghasilkan net foreign buy Rp156,57 miliar, sedangkan di pasar negosiasi dan tunai mencatat net foreign sell Rp63,1 miliar. Dengan demikian untuk secara seluruh pasar, investor asing masih mencatatkan nilai beli bersih Rp93,47 miliar.

Sejumlah saham milik taipan Prajogo Pangestu menjadi tujuan utama akumulasi investor asing, seperti TPIA mencatatkan net foreign buy Rp349,3 miliar dengan total pembelian asing mencapai Rp675,4 miliar. Berikutnya BRPT dengan net foreign buy Rp97 miliar, yang memiliki total pembelian asing Rp150,9 miliar.

Invesor asing juga mengincar BBRI, tercermin dari net foreign buy pada saham ini senilai Rp93,3 miliar dan total pembelian asing sebesar Rp677,2 miliar. Pada saham DEWA mencatatkan net foreign buy Rp51,9 miliar dengan total pembelian asing Rp94,3 miliar.

Adapun CUAN yang juga merupakan saham dari perusahaan milik Prajogo Pangestu mencatatkan nilai beli bersih investor asing senilai Rp46,9 miliar, dengan total pembelian di sepanjang perdagangan kemarin sebesar Rp80,2 miliar. Akumulasi asing pada perdagangan kemarin, terutama memang terkonsentrasi kembali pada sejumlah saham Barito Group.

Pada sisi lain, aksi distribusi investor asing masih terjadi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar, seperti BMRI yang menjadi saham dengan nilai jual bersih terbesar, yakni mencapai Rp239,1 miliar. Total nilai penjualan asing pada saham bank BUMN ini mencapai Rp1 triliun dengan rata-rata harga jual di level Rp4.467 per saham.

Selanjutnya, investor asing mencatatkan net sell pada ASII sebesar Rp172,7 miliar dengan total nilai penjualan Rp282 miliar. Lalu net foreign sell pada ANTM tercatat sebesar Rp73 miliar dengan nilai penjualan asing (gross) sebesar Rp141,3 miliar. Pada saham BBNI terjadi net foreign sell Rp55,1 miliar dan aksi jual bersih pada BUVA senilai Rp44,4 miliar. (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top