
RollingSTock.ID – Selama enam bulan pertama tahun ini, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) membukukan lonjakan laba bersih, namun di balik peningkatan profitabilitas ini perseroan menghadapi tekanan pada struktur permodalan seiring adanya lonjakan liabilitas hingga 63,57 persen dan kenaikan beban keuangan sebesar 55,77 persen.
Berdasarkan laporan keuangan RAJA untuk periode yang berakhir 30 Juni 2026, emiten milik pengusaha Hapsoro Sukmonohadi (Happy Hapsoro) ini membukukan laba bersih USd22,75 juta atau melonjak 101,69 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2025 senilai USD11,35 juta.
Peningkatan kinerja di area bottom line tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bersih di Semester I-2026 sebesar 87,71 persen menjadi USD47,21 juta dari USD25,15 juta pada Semester I-2025, serta meningkatnya laba usaha menjadi sebesar USD39,39 juta dari senilai USD26,02 juta.
Pada sisi balance sheet, total liabilitas RAJA per 30 Juni 2026 tercatat mencapai USD362,59 juta alias membengkak 63,57 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 yang senilai USD221,70 juta. Kenaikan ini jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekuitas yang hanya sebesar 2,98 persen (year-to-date) menjadi USD263,57 juta.
Lonjakan liabilitas tersebut terutama berasal dari peningkatan pinjaman bank jangka pendek menjadi USD175,35 juta dari USD95,33 juta atau melambung 84,76 persen. Selain itu, per 30 Juni 2026 RAJA tercatat melakukan pinjaman bank jangka panjang sebesar USD44,27 juta dari sebelumnya nihil pada akhir Desember 2025. Utang obligasi dan sukuk juga meningkat tajam menjadi USD25 juta dari USD7,48 juta.
Peningkatan utang tersebut akhirnya diikuti dengan membengkaknya beban keuangan, tercermin dari beban keuangan di Semester I-2026 yang membengkak 55,77 persen menjadi USD7,37 juta dari USD4,73 juta pada Semeseter I-2025. Kendati demikian, laba sebelum pajak di 1H26 masih tercatat meningkat menjadi USD28,89 juta dari USD15,37 juta pada 1H25, karena pertumbuhan pendapatan dan laba usaha yang lebih tinggi.
Pada sisi cash flow di periode Januari-Juni 2026, aktivitas operasi RAJA masih menghasilkan kas bersih sebesar USD21,83 juta atau meningkat dibandingkan USD19,46 juta pada Januari-Juni 2025. Namun, arus kas dari aktivitas investasi mencatat defisit yang melebar menjadi USD94,38 juta dari defisit US$19,51 juta. Hingga akhir Semester I-2026, saldo kas dan setara kas Rukun Raharja tercatat USD123,78 juta atau bertumbuh dari USD90,87 juta pada akhir Desember 2025. (*)
Penulis: Rahmat A Candra
Editor: Milva Sary
