EMTK Berbalik Buntung di 1H26 Akibat Rugi Investasi Rp2,29 Triliun dan Biaya Keuangan Membengkak 54,66%

emtk
PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Selama enam bulan pertama tahun ini, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) menderita rugi bersih Rp320,60 miliar atau berbanding terbalik dengan periode yang sama di 2025 yang membukukan laba bersih Rp4,23 triliun. Pelemahan kinerja ini terjadi setelah perseroan mencatat rugi investasi Rp2,29 triliun dan biaya keuangan membengkak 54,66 persen.

Berdasarkan laporan keuangan EMTK untuk periode yang berakhir 30 Juni 2026, emiten yang didirikan oleh pengusaha Eddy Kusnadi Sariaatmadja ini membukukan pendapatan bersih Rp10,81 triliun atau meningkat 22,74 persen dari Rp8,81 triliun pada Semester I-2025.

Pada periode Januari-Juni 2026, laba usaha EMTK tercatat melonjak 430,65 persen menjadi Rp1,83 triliun dibandingkan senilai Rp345,66 miliar pada periode yang sama di 2025. Peningkatan laba usaha ini turut ditopang laba selisih kurs bersih mencapai Rp982,9 miliar alias berbalik dibandingkan dengan Semester I-2025 yang mengalami rugi selisih kurs sebesar Rp64,6 miliar.

Namun kinerja operasional yang membaik tidak mampu mengimbangi tekanan dari pos non-operasional, tercermin dari rugi atas investasi bersih di 1H26 mencapai Rp2,29 triliun, berbalik dari laba investasi sebesar Rp1,31 triliun pada 1H25. Selain itu, pendapatan keuangan bersih di 1H26 melorot 31,44 persen (y-o-y) menjadi Rp332,48 miliar, sedangkan biaya keuangan membengkak 54,66 persen menjadi Rp93,25 miliar dibandingkan Rp60,29 miliar pada 1H25.

Akibatnya, EMTK mencatatkan rugi sebelum pajak di Semester I-2026 sebesar Rp124,37 miliar atau berbanding terbalik dengan kondisi di Semester I-2025 yang bisa meraih laba sebelum pajak sebesar Rp5,01 triliun. Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan (neto) sebesar Rp172,46 miliar, maka perseroan mencatat rugi periode berjalan sebesar Rp296,83 miliar, dibandingkan laba periode berjalan di Semester I-2025 sebesar Rp4,66 triliun.

Dari sisi balance sheet, total aset EMTK per 30 Juni 2026 tercatat Rp59,88 triliun atau menurun 1,47 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 yang mencapai Rp60,77 triliun. Penurunan ini terutama dipengaruhi kas dan setara kas yang menyusut 11,46 persen menjadi tersisa Rp19,85 triliun dari Rp22,42 triliun pada akhir Desember 2025.

Per 30 Juni 2026, total liabilitas perseroan terpantau membengkak 7,05 persen (year-to-date) menjadi Rp7,9 triliun, terutama disebabkan lonjakan pinjaman jangka pendek dari pihak ketiga sebesar 119,19 persen menjadi Rp2,39 triliun dari Rp1,09 triliun. Total liabilitas jangka pendek meningkat 18,34 persen (y-t-d) menjadi Rp6,75 triliun dan sekaligus mendominasi total liabilitas EMTK hingga akhir Semester I-2026. (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top