
RollingStock.ID – Selama enam bulan pertama tahun ini, PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) bisa meraih laba bersih, setelah menderita rugi bersih pada Semester I-2025. Namun, perbaikan ini belum mampu menghapus akumulasi rugi atau saldo laba defisit yang per 30 Juni 2026 masih mencapai Rp5,46 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan KAEF untuk periode yang berakhir 30 Juni 2026, emiten farmasi BUMN ini membukukan laba bersih senilai Rp10,33 miliar, berbalik dari rugi bersih mencapai Rp95,02 miliar pada periode yang sama di 2025. Sementara itu, laba tahun berjalan secara konsolidasi tercatat Rp54,08 miliar, dibandingkan rugi Rp135,61 miliar pada Semester I-2025.
Perbaikan kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan penjualan bersih di Semester I-2026 sebesar 7,61 persen menjadi Rp4,7 triliun dari Rp4,37 triliun pada Semester I 2025. Sementara itu, laba bruto di 1H26 tercatat Rp1,67 triliun atau meningkat 7,09 persen Rp1,67 triliun dari Rp1,56 triliun, sedangkan laba usaha melonjak 111,36 persen menjadi Rp152,21 miliar dari Rp72,02 miliar pada 1H25.
Kendati demikian, beban keuangan di paruh pertama tahun ini masih membebani profitabilitas KAEF dengan nilai mencapai Rp235,97 miliar, walaupun menurun 5,64 persen dibandingkan Rp250,08 miliar pada paruh pertama di 2025. Di sisi lain, penghasilan keuangan di 1H26 melonjak 161,05 persen (y-o-y) menjadi Rp151,54 miliar, sehingga turut menopang perolehan laba sebelum pajak sebesar Rp67,79 miliar dari rugi sebelum pajak Rp120,01 miliar pada 1H25.
Dengan adanya laba bersih di Semester I-2026 senilai Rp10,33 miliar, maka defisit saldo laba (akumulasi kerugian) yang belum ditentukan penggunaannya menjadi Rp5,46 triliun per 30 Juni 2026. Nilai tersebut hanya menyusut 0,2 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 yang mencapai Rp5,47 triliun, mencerminkan bahwa akumulasi rugi yang terbentuk pada tahun-tahun sebelumnya masih belum tertutupi oleh laba yang dihasilkan KAEF.
Pada sisi balance sheet, total aset perseroan per 30 Juni 2026 tercatat Rp14,7 triliun atau meningkat 3,63 persen dibandingkan per 31 Desember 2025 yang sebesar Rp14,18 triliun. Hingga akhir Semester I-2026, total liabilitas KAEF terpantau membengkak 4,03 persen (year-to-date) menjadi Rp11,91 triliun, dengan jumlah ekuitas meningkat 1,98 persen menjadi Rp2,79 triliun dari Rp2,74 triliun pada 31 Desember 2025. (*)
Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary
