
RollingStock.ID – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengungkap, lonjakan pendapatan pada Semester I-2026 terutama ditopang kontribusi hasil akuisisi Aster Chemicals and Energy Pte Ltd (ACE) dan Aster Mobility Solutions 1 Pte Ltd (AMS1). Selain itu, peningkatan harga jual akibat perkembangan geopolitik di Timur Tengah turut mendorong pertumbuhan pendapatan segmen energi dan kimia.
Berdasarkan Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) TPIA untuk periode yang berakhir 30 Juni 2026, emiten milik taipan Prajogo Pangestu ini menyampaikan bahwa peningkatan pendapatan energi dan kimia terutama berasal dari kontribusi hasil akuisisi kedua entitas tersebut dan kenaikan harga jual sebagai dampak volatilitas pasar yang dipicu perkembangan geopolitik di Timur Tengah.
Sejalan dengan faktor-faktor tersebut, pendapatan TPIA di Semester I-2026 tercatat melonjak 83,6 persen menjadi USD5,35 miliar dari USD2,91 miliar pada Semester I-2025. Pertumbuhan omzet ini terutama ditopang segmen energi yang mencatat kenaikan hingga 184,4 persen (y-o-y) menjadi USD3,33 miliar. Adapun pendapatan segmen kimia meningkat 16 persen (y-o-y) menjadi US$1,96 miliar, sedangkan segmen infrastruktur bertumbuh 13,9 persen (y-o-y) menjadi USD64,62 juta.
Pertumbuhan pendapatan tersebut turut menopang kinerja operasional TPIA, yang selama enam bulan pertama tahun ini membukukan laba bersih USD283,24 juta dan laba periode berjalan sebesar USD371,18 juta. Dari sisi arus kas, perseroan berhasil membalikkan arus kas operasi menjadi positif sebesar USD9,61 juta, dibandingkan arus kas operasi negatif USD118,31 juta pada Semester I-2025. Posisi kas dan setara kas juga meningkat 6,6 persen menjadi USD2,92 miliar per 30 Juni 2026 dari USD2,74 miliar pada 31 Desember 2025.
Penguatan fundamental juga tercermin dari total aset TPIA per 30 Juni 2026 yang bertumbuh sekitar 11,7 persen menjadi USD13,77 miliar dari US$12,32 miliar pada 31 Desember 2025. Kenaikan ini didukung antara lain oleh peningkatan kas dan setara kas, persediaan, aset tetap, serta goodwill. Sementara itu, total ekuitas hingga akhir Semester I-2026 tercatat USD4,96 miliar atau meningkat 6,6 persen menjadi dari USD4,66 miliar. (*)
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary
