Net Foreign Sell di Pasar Reguler Rp1,39 Triliun, Saham Prajogo Pangestu Jadi Sasaran Jual Pemodal Asing

RollingStock.ID – Investor asing mencatatkan penjualan bersih (net foreign sell) sebesar Rp1,39 triliun di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (13/8). Pada saat yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot 1,13 persen ke level 6.301.
Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, nilai foreign buy di pasar reguler pada perdagangan hari ini tercatat mencapai Rp3,25 triliun dan foreign sell sebesar Rp4,63 triliun, sehingga menghasilkan net foreign sell di pasar reguler senilai Rp1,39 triliun.
Tiga saham dengan net foreign buy terbesar adalah BBCA mencapai Rp129,4 miliar, BBRI sebesar Rp38,6 miliar dan BBNI senilai Rp30,8 miliar. Sementara itu, net foreign sell terbesar terjadi pada saham perusahaan milik taipan Prajogo Pangestu, yakni TPIA mencapai Rp183,8 miliar, PTRO sebesar Rp117,2 miliar dan BRPT senilai Rp116,7 miliar.
Untuk perdagangan di seluruh pasar (all trade), investor asing mencatatkan pembelian sebesar Rp3,83 triliun dan penjualan mencapai Rp5,24 triliun, sehingga menghasilkan net foreign sell senilai Rp1,41 triliun. Tiga saham dengan net foreign buy terbesar adalah BBCA mencapai Rp129,4 miliar, BBRI Rp38,6 miliar dan BBNI Rp30,8 miliar.
Sementara itu, tiga saham dengan net foreign sell terbesar untuk perdagangan di seluruh pasar juga dialami TPIA, PTRO dan BRPT, dengan nilai yang sama dengan yang terjadi di pasar reguler. Kondisi ini sekaligus menegaskan bahwa ketiga ini tidak mencatatkan transaksi di pasar negosiasi maupun pasar tunai.
Di pasar negosiasi, investor asing mencatatkan net foreign sell sebesar Rp26 miliar, lantaran adanya foreign sell mencapai Rp606 miliar, sedangkan foreign buy sebesar Rp580 miliar. Hanya TINS yang mencatatkan net foreign buy di pasar nego, yaitu senilai Rp563,8 juta. Adapun tiga saham yang mencatatkan net foreign sell terbesar adalah GOTO senilai Rp15,3 miliar, MKPI Rp4,6 miliar dan MIKA senilai Rp3,5 miliar. (*)
Penulis: Rahmat A Candra
Editor: Milva Sary