7 Indeks Sektoral Menguat dalam Sepekan, Indeks Transportasi Melaju 5,29%

RollingStock.ID – Selama sepekan terakhir hingga penutupan perdagangan Jumat (14/8), sebanyak tujuh dari 11 indeks sektoral Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan penguatan. Kenaikan tertinggi terjadi pada indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) sebesar 5,29 persen, sedangkan indeks sektor industri (IDXINDUST) mengalami pelemahan terdalam sebesar 5,06 persen.
Berdasarkan data BEI, penguatan IDXTRANS sebesar 5,29 persen tersebut seiring dengan kenaikan saham GIAA sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp30,9 triliun. Saham GIAA melonjak 40,74 persen selama sepekan terakhir ke level 76. Lalu, TMAS dengan market cap terbesar kedua di IDXTRANS senilai Rp7,24 triliun, harga sahamnya naik 2,42 persen ke level 127.
Selanjutnya, IDXINFRA menguat 4,95 persen selama sepekan terakhir. Penguatan ini berlangsung ketika saham BREN sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor infrastruktur senilai Rp477 triliun, harga sahamnya 1,71 persen ke level 3.570. Namun, saham TLKM yang merupakan emiten dengan merket cap terbesar kedua di IDXINFRA senilai Rp259 triliun, justru dalam sepekan terakhir merosot 3,32 persen ke level 2.620.
Indeks sektor energi (IDXENERGY) juga mencatatkan kinerja positif dengan kenaikan 2,27 persen. Saham BYAN sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp480 triliun, harga sahamnya dalam sepekan melambung 19,01 persen ke level 14.400. Saham DSSA sebagai emiten dengan market cap terbesar kedua di IDXENERGY senilai Rp193 triliun, harga sahamnya menguat 3,08 persen ke posisi 1.005.
Berikutnya, indeks sektor kesehatan IDXHEALTH tercatat meningkat 2,06 persen dalam sepekan terakhir. Saham SRAJ sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp183 triliun, harga sahamnya melonjak 15,16 persen ke level 15.000. Saham KLBF sebagai emiten dengan market cap terbesar kedua di IDXHEALTH senilai Rp37,4 triliun, juga mencatatkan kenaikan harga saham dalam sepekan terakhir sebesar 1,27 persen menjadi 800.
Indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) selama sepekan terakhir menguat 1,78 persen. Saham MPRO sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp140 triliun, harga sahamya melonjak 17,43 persen ke level 14.150. Namun, PANI sebagai pemilik market cap terbesar kedua senilai Rp110 triliun, mengalami penurunan harga saham sebesar 3,97 persen ke level 6.050 dalam sepekan.
Indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) selama sepekan terakhir hanya menguat 0,31 persen. Penguatan ini didukung DNET sebagai pemilik market cap Rp140 triliun dengan kenaikan harga saham 1,02 persen ke 9.875. Selanjutnya SMMA sebagai pemilik market cap Rp128 trliun yang mencatatkan kenaikan saham sebesar 2,15 persen ke 20.175. Pada sisi lain, sejumlah saham big banks dalam sepekan terakhir justru mengalami penurunan harga, yakni BBCA (-0,39%), BBRI (-0,32%) dan BMRI (-1,65%).
Sementara itu, indeks sektor barang baku (IDXBASIC) dalam sepekan terakhir menguat tipis 0,06 persen. Saham EMAS dengan market cap senilai Rp111 triliun mengalami kenaikan harga saham sebesar 1 persen ke level 7.550. Penguatan EMAS ini terjadi ketika AMMN, BRPT dan TPIA sebagai pemilik market terbesar di sektor ini mencatatkan penurunan harga saham dalam sepekan terakhir.
Pada sisi lain, indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) menjadi indeks sektoral dengan pelemahan terdalam selama sepekan terakhir, yakni mencapai 5,06 persen. Saham ASII sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp193 triliun, harga sahamnya melorot 6,27 persen ke level 4.780. Lalu UNTR sebagai pemilik market cap terbesar kedua di IDXINDUST senilai Rp86,8 triliun, harga sahamnya melemah 1,69 persen dalam sepekan terakhir ke level 23.275.
Indeks sektor siklikal (IDXCYCLIC) tercatat menurun 2,58 persen dalam sepekan terakhir. Saham VKTR sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp38,7 triliun, posisi sahamnya tercatat stagnan di level 885. Adapun MAPI sebagai emiten dengan market cap terbesar kedua di IDXCYCLIC senilai Rp24,8 triliun, harga sahamnya selama sepekan tersungkur 6,85 persen ke level 1.495.
Kemudian, indeks sektor non-siklikal (IDXNONCYC) terpantau melemah 0,76 persen dalam sepekan terakhir. Saham ICBP sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp88,6 triliun, harga sahamnya menurun 1,94 persen ke level 7.600. Saham HMSP dengan market cap terbesar kedua di IDXNONCYC senilai Rp87,8 triliun, harga sahamnya dalam sepekan terakhir melemah 3,21 persen ke 755.
Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) menjadi indeks sektoral dengan penurunan paling tipis dalam sepekan terakhir, yakni 0,16 persen. MLPT sebagai konstituen IDXTECHNO dengan market cap senilai Rp66,3 triliun, harga sahamnya anjlok 12,38 persen ke level 1.415. Pelemahan MLPT terjadi di saat DCII sebagai pemilik market cap terbesar di sektor ini mengalami kenaikan harga saham dalam sepekan terakhir sebesar 0,22 persen ke level 206.000.
Kinerja sektoral tersebut menunjukkan disparitas yang cukup lebar, tercermin dari IDXTRANS yang menjadi indeks dengan penguatan tertinggi mencapai 5,29 persen, sedangkan IDXINDUST tercatat anjlok 5,06 persen. Kondisi ini terjadi ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam sepekan terakhir menurun 0,12 persen ke level 6.401 pada penutupan perdagangan Jumat pekan ini. (*)
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary