BYAN & TEBE Kompak ARA di Akhir Pekan, Pertemuan Low Tuck Kwong-Haji Isam Jadi Sorotan

RollingStock.ID – Pada perdagangan di akhir pekan ini (14/8), saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dan PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) kompak merangsek ke batas auto-rejection atas (ARA). Seiring dengan kinerja saham yang optimal perdagangan Jumat, mengekor pula kabar mengenai pertemuan kedua bos emiten ini di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur pada Sabtu (15/8).
Pada perdagangan Jumat, saham BYAN tercatat melonjak 20 persen ke level 14.400 atau mengalami ARA. Sepanjang perdagangan, emiten milik konglomerat Dato’ Low Tuck Kwong ini mencatatkan nilai transaksi Rp17,2 miliar saham dan volume transaksi sebanyak 1,27 juta saham.
Dengan posisi di level 14.400 tersebut, maka saat ini nilai kapitalisasi pasar (market cap) BYAN menjadi Rp480 triliun atau melampaui market cap PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebesar Rp477 triliun. Lonjakan saham BYAN tersebut menempatkan emiten coal mining ini sebagai Top 3 Market Cap di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pada hari yang sama saham TEBE juga terpantau mengalami ARA, setelah melambung 25 persen ke posisi 1.375. Nilai transaksi emiten ini di sepanjang perdagangan Jumat sebesar Rp37,28 miliar dan volume transaksi sebanyak 28,17 juta saham.
Lantaran saham mampu bertengger di level 1.375, maka market cap emiten milik pengusaha Samsuddin Andi Arsyad alias Haji Isam ini menjadi Rp1,76 triliun. Selama sebulan terakhir, saham TEBE sudah menguat 36,14 persen, namun sepanjang tahun berjalan (y-t-d) di 2026 tercatat anjlok 47,32 persen.
Sejalan dengan penguatan BYAN dan TEBE tersebut, kemarin (15/8) Haji Isam melakukan peninjauan kompleks tambang batubara Tabang/Pakar di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur yang merupakan milik Low Tuck Kwong dan dioperasikan BYAN.
Pertemuan tersebut semakin memperkuat spekulasi di pasar, seiring dengan berkembangnya market rumor dalam beberapa hari terakhir yang menyebutkan bahwa Haji Isam akan mengakuisisi 62,2 persen saham BYAN. Spekulasi tersebut muncul di tengah menguatnya perhatian pelaku pasar terhadap keterkaitan antara Haji Isam dan BYAN.
Apabila kabar tersebut terealisasi, maka kesepakatan antara Low Tuck Kwong dan Haji Isam akan menjadi aksi korporasi besar yang mengubah struktur kepemilikan saham di BYAN. Namun demikian, hingga saat ini belum terdapat konfirmasi resmi mengenai rencana akuisisi 62,2 persen saham BYAN tersebut. Mengutip data BEI, kepemilikan Low Tuck Kwong di BYAN mencapai 40,251 persen dan Elaine Low menggenggam 22,002 persen.
Sekadar informasi, Haji Isam merupakan pemilik manfaat akhir (UBO) dari PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) atau pemegang saham tidak langsung di JARR melalui PT Eshan Agro Sentosa sebesar 86,64 persen. Pada perdagangan Jumat (14/8), saham emiten perkebunan kelapa sawit ini melejit 6,63 persen ke level 2.010.
Selain JARR dan TEBE, sejumlah saham perusahaan yang tergabung di dalam jaringan bisnis Jhonlin Group juga mencatatkan penguatan, seperti PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) menguat 2,68 persen, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) menanjak 6,7 persen dan PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) melejit 8,03 persen. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
1 thought on “BYAN & TEBE Kompak ARA di Akhir Pekan, Pertemuan Low Tuck Kwong-Haji Isam Jadi Sorotan”