SILO Siapkan Rp6,91 Triliun untuk Akuisisi 14 Perusahaan Pemilik Aset Siloam Hospitals

RollingStock.ID – PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) menyiapkan transaksi material mencapai Rp6,91 triliun untuk mengambil alih saham pada 14 perusahaan yang memiliki properti rumah sakit yang selama ini dioperasikan oleh perseroan. Transaksi ini akan dilakukan dalam dua tahap dan melibatkan sejumlah rumah sakit Siloam Hospitals di berbagai daerah.
Berdasarkan keterangan resmi SILO yang dikutip Minggu (16/8), perkiraan total nilai transaksi mencapai Rp6,91 triliun atau melebihi 50 persen dari ekuitas perseroan per 31 Maret 2026. Dengan demikian, rencana transaksi ini wajib memperoleh persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pada 22 September 2026.
SILO, —baik secara langsung maupun melalui entitas anaknya— akan mengambil alih saham sejumlah perusahaan sasaran dari entitas anak First Real Estate Investment Trust (First REIT). Sebanyak delapan perusahaan akan diambil alih pada tahap pertama berdasarkan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PPJB).
Sementara itu, enam perusahaan lainnya masuk pada tahap kedua dan akan diambil alih apabila opsi jual dijalankan oleh pemegang opsi terkait. Perlu diketahui, kedua tahap tersebut merupakan satu kesatuan transaksi yang saling berkaitan.
Pada tahap pertama, delapan perusahaan yang menjadi sasaran adalah PT Eka Dasa Parinama (EDP) yang memiliki Siloam Hospitals Purwakarta, PT Sriwijaya Mega Abadi (SMA) yang memiliki Siloam Hospitals Sriwijaya Palembang dan PT Sentra Dinamika Perkasa (SDP) yang memiliki Siloam Hospitals Lippo Village.
Lalu, PT Graha Indah Pratama (GIP) yang memiliki Siloam Hospitals Kebon Jeruk, PT Dasa Graha Jaya (DGJ) yang memiliki Siloam Hospitals Denpasar, PT Nusa Bahana Niaga (NBN) yang memiliki Siloam Hospitals Kupang, PT Buton Bangun Cipta (BBC) yang memiliki Siloam Hospitals Baubau, serta PT Menara Abadi Megah (MAM) yang memiliki Siloam Hospitals Manado.
Siloam dan entitas anaknya, PT Megapolitan Kencana Baru (MKB) akan mengambil alih 100 persen saham delapan perusahaan pada tahap pertama. Perjanjian jual beli saham bersyarat untuk masing-masing perusahaan sudah ditandatangani pada 1 April 2026.
Sementara itu, pada tahap kedua mencakup enam perusahaan, yakni PT Prima Labuan Bajo (PLB) yang memiliki Siloam Hospitals Labuan Bajo, PT Perisai Dunia Sejahtera (PDS) yang memiliki Siloam Hospitals TB Simatupang, PT Bayutama Sukses (BS) yang memiliki Siloam Hospitals Makassar, PT Primatama Cemerlang (PC) yang memiliki Mochtar Riady Comprehensive Cancer Centre (MRCCC), PT Graha Pilar Sejahtera (GPS) yang memiliki Siloam Hospitals Lippo Cikarang dan PT Yogya Central Terpadu (YCT) yang memiliki Siloam Hospitals Yogyakarta.
Enam perusahaan pada tahap kedua akan diambil alih apabila pemegang opsi menjalankan hak jual berdasarkan Perjanjian Opsi Jual. Perjanjian tersebut memberikan hak kepada pemegang opsi untuk mewajibkan SILO dan/atau MKB membeli saham pada masing-masing perusahaan sasaran tahap kedua.
Manajemen SILO mengungkapkan, nilai transaksi tersebut berasal dari beberapa komponen. Nilai properti yang menjadi objek transaksi tahap pertama mencapai Rp5,12 triliun, sedangkan nilai properti yang menjadi objek transaksi tahap kedua mencapai Rp3,88 triliun. Setelah dikurangi komitmen belanja modal dan penyesuaian aset bersih atau liabilitas sebesar Rp2,09 triliun, maka total nilai rencana transaksi menjadi Rp6,91 triliun.
Dengan demikian, nilai Rp6,91 triliun bukan sekadar penjumlahan nilai properti kedua tahap. Perseroan juga memperhitungkan komitmen belanja modal dan penyesuaian aset bersih atau liabilitas dalam menentukan nilai transaksi yang digunakan untuk keperluan transaksi material.
Selain meminta persetujuan transaksi material melalui RUPS-LB, emiten di bawah kendali Sight Investment Company Pte Ltd ini juga akan meminta persetujuan untuk memberikan penjaminan atas aset dan/atau harta kekayaan perseroan yang nilainya lebih dari 50 persen ekuitas dalam rangka memperoleh pendanaan bagi SILO dan/atau entitas anak untuk pelaksanaan transaksi tersebut.
Transaksi ini memiliki karakteristik yang saling berkaitan. Seluruh PPJB dan Perjanjian Opsi Jual ditandatangani pada tanggal yang sama, yaitu 1 April 2026, melibatkan pihak yang sama dari First REIT, serta memiliki objek dan karakteristik transaksi sejenis, yakni pembelian saham perusahaan yang memiliki portofolio rumah sakit. Penyelesaian transaksi tahap kedua bergantung pada penyelesaian transaksi tahap pertama.
Dalam pelaksanaannya, transaksi tahap pertama juga masih bergantung pada sejumlah persyaratan pendahuluan, termasuk persetujuan Audit and Risk Committee First REIT, persetujuan rapat umum pemegang unit First REIT, serta penyampaian pendapat penasihat keuangan independen kepada sejumlah pihak terkait di First REIT. (*)
Penulis: Rahmat A Candra
Editor: Milva Sary
1 thought on “SILO Siapkan Rp6,91 Triliun untuk Akuisisi 14 Perusahaan Pemilik Aset Siloam Hospitals”