MGLV & FAST Raih ARA di Akhir Pekan, IDXCYCLIC Naik Tertinggi Saat IHSG Menguat 0,95% ke 5.439

ilustrasi2
Ilustrasi – (Foto: RollingStock)

RollingStock.ID – Sebelas indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) kompak menguat pada penutupan perdagangan Jumat (23/10), seiring dengan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 0,95 persen ke level 5.439. Indeks sektor barang konsumen siklikal (IDXCYCLIC) mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 3,14 persen, terkatrol penguatan MGLV, VKTR dan FORU.

Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, IDXCYCLIC memimpin penguatan indeks sektoral dengan kenaikan sebesar 3,14 persen. MGLV sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di indeks ini senilai Rp23,4 triliun, harga sahamnya melesat 9,82 persen hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA) di level 12.300.

Lalu VKTR sebagai konstituen IDXCYCLIC dengan market cap Rp19,9 triliun, mencatatkan kenaikan harga saham hingga 16,96 persen ke 400. FORU dengan market cap Rp18,3 triliun, harga sahamnya melonjak 11,34 persen ke level 108. Tiga saham di sektor ini yang meningkat paling tinggi hingga menyentuh ARA adalah FAST (+25%), PTSP (+25%) dan MKNT (+20%).

Indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) menempati posisi kedua dengan kenaikan 3,13 persen. ASII sebagai emiten pemilik market cap terbesar di sektor ini senilai Rp184 triliun, harga sahamnya menguat 2,25 persen ke level 4.550. Kemudian, UNTR yang memiliki market cap terbesar kedua senilai Rp94,3 triliun, harga sahamnya melejit 4,12 persen ke level 25.300.

Adapun IMPC yang merupakan emiten pemilik kapitalisasi pasar terbesar ketiga di indeks sektor perindustrian senilai Rp48 triliun, mencatatkan kenaikan harga saham sebesar 5,42 persen ke posisi 875. Dua saham di sektor ini yang membukukan penguatan harga terbesar, yakni KONI yang mengalami ARA (+24,9%) dan PADA (+10,4%).

Indeks sektor energi (IDXENERGY) terpantau melejit 2,48 persen pada penutupan perdagangan di akhir pekan ini. BYAN sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp358 triliun, harga sahamnya naik 1,42 persen ke level 10.750. DSSA sebagai pemilik market cap terbesar kedua senilai Rp149 triliun, harga sahamnya melonjak 6,16 persen ke level 775.

Sementara itu, AADI sebagai emiten yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar ketiga di IDXENERGY senilai Rp88,5 triliun, mencatatkan kenaikan harga saham sebesar 0,66 persen ke posisi 11.375. Dua saham di sektor energi dengan peningkatan harga paling tajam terjadi pada TOBA yang mengalami ARA (+25%) dan SEMA juga tercatat ARA (+24,7%).

Indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) mengalami kenaikan sebesar 1,92 persen, dengan peningkatan harga saham paling signifikan terjadi pada ASLI yang mencatatkan ARA (+24,8%) dan ARKO (+12,1%). Indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) menguat 1,59 persen, dengan kenaikan harga tertinggi terjadi pada saham WBSA (+12,4%) dan SDMU (+11,7%).

Selanjutnya, indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) meningkat 0,98 persen, dengan penguatan harga saham paling besar terjadi pada WMUU yang mengalami ARA (+33,3%) dan ANDI (+21,7%). Indeks sektor barang baku (IDXBASIC) menguat 0,74 persen, dengan peningkatan harga paling tajam terjadi pada saham PACK yang mengalami ARA (+9,8%) dan ISSP (+9,2%).

Indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) tercatat naik 0,71 persen, dengan penguatan harga paling besar terjadi pada saham TRIN (+13,8%) dan WINR (+10%). Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) menguat 0,46 persen, dengan peningkatan harga saham terbesar terjadi pada IRSX yang mengalami ARA (+24,8%) dan GLVA (+14,1%).

Berikutnya, indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) terpantau meningkat 0,14 persen, dengan kenaikan tertinggi terjadi pada saham BNBA (+12,&%) dan AHAP (+7,5%). Indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) mencatatkan kenaikan tipis 0,09 persen, dengan penguatan harga saham paling besar terjadi pada PRDL (+5,9%) dan CARE (+2,8%). (*)

Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *