Indeks Energi Melejit 1,88%, BYAN dan AADI Menguat Saat IHSG Reli ke 5.387

RollingStock.ID – Indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) mayoritas menguat pada penutupan perdagangan Kamis (22/10), seiring dengan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 1,12 persen ke level 5.387. Dari 11 indeks sektoral, indeks sektor energi (IDXENERGY) mencatatkan kenaikan tertinggi, sedangkan indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) menjadi satu-satunya indeks yang berakhir di zona merah.
Berdasarkan data BEI, penguatan IDXENERGY sebesar 1,88 persen merupakan kenaikan tertinggi dibanding indeks sektoral lainnya. BYAN sebagai emiten pemilik kapitalisasi pasar terbesar di sektor ini senilai Rp353 triliun, harga sahamnya melejit 3,16 persen ke level 10.600. Namun, DSSA yang memiliki market cap terbesar kedua senilai Rp140 triliun, harga sahamnya justru merosot 1,35 persen ke level 730.
Sementara itu, AADI yang merupakan emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar ketiga di IDXENERGY senilai Rp87,9 triliun, harga sahamnya tercatat menanjak 1,8 persen ke posisi 11.300. Saham-saham di sektor ini yang mengalami kenaikan paling signifikan, antara lain adalah TOBA yang mencatatkan ARA (+24,6%), MBSS (+21,2%), SURE (+12,9%) dan TEBE (+11,6%).
Selanjutnya, indeks sektor transportasi (IDXTRANS) menguat 1,64 persen. GIAA sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp17,5 triliun, harga sahamnya naik 2,38 persen ke level 44. Tiga saham yang mencatatkan penguatan paling besar di sektor ini, yaitu MIRA (+15,8%), AKSI (+11,1%) dan TAXI (+9,1%).
Indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) terpatau mengalami kenaikan 1,28 persen. BREN yang merupakan emiten pemilik market cap terbesar di sektor ini senilai Rp310 triliun, harga sahamnya melonjak 7,41 persen ke level 2.320. Lalu, TLKM sebagai emiten pemilik market cap terbesar kedua senilai Rp217 triliun, harga sahamnya melejit 3,77 persen ke posisi 2.200.
Adapun ISAT sebagai konstituen IDXINFRA dengan kapitalisasi pasar senilai Rp58,6 triliun, mengalami penguatan harga saham sebesar 1,96 persen ke level 1.820. Saham-saham di sektor ini yang mencatatkan peningkatan harga paling signifikan terjadi pada BUKK yang mencatatkan ARA (+25%), lalu diikuti OASA (+23,8%) dan ASLI (+12,4%).
Selanjutnya, indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) terpantau menguat 1,25 persen. Namun, BBCA sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp631 triliun, harga sahamnya justru anjlok 1,9 persen ke level 5.175. Sebaliknya, BBRI yang memiliki market cap terbesar kedua senilai Rp435 triliun, harga sahamnya melejit 3,2 persen ke level 2.900.
BMRI sebagai emiten pemilik kapitalisasi pasar terbesar ketiga di IDXFINANCE senilai Rp355 triliun, mengalami lonjakan harga saham sebesar 4,05 persen ke posisi 3.850. Saham di sektor keuangan dengan kenaikan harga paling signifikan terjadi pada ASMI yang mengalami ARA (+35%), lalu disusul BFIN (+9,4%) dan TRIM (+5,4%).
Indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) tercatat meningkat 1,09 persen, dengan penguatan harga saham paling besar terjadi pada DGNS (+13,7%) dan DKHH (+13,6%). Indeks sektor barang baku (IDXBASIC) menguat 0,94 persen, dengan kenaikan harga tertinggi terjadi pada saham AYLS (+25%) dan SMLE (+16,7%).
Berikutnya, indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) bertumbuh 0,89 persen ke level 618. Sementara itu, indeks sektor dengan peningkatan harga saham paling tajam terjadi pada RLCO (+22,2%) dan WAPO (+20,2%). Indeks sektor barang konsumen nonprimer (IDXCYCLIC) menguat 0,6 persen, dengan penguatan terbesar terjadi pada ENAK yang mencatatkan ARA (+34,8%) dan PNSE juga mengalami ARA (+25%).
Indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) menguat 0,52 persen, dengan kenaikan paling tinggi terjadi pada saham SAGE (+12,5%) dan DADA (+11,1%). Kemudian, indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) meningkat 0,36 persen, dengan penguatan harga saham terbesar terjadi pada FOLK (+21,1%) dan IKAI (+15,8%).
Sebaliknya, indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) melemah 0,66 persen. DCII sebagai emiten pemilik market cap terbesar di sektor ini senilai Rp436 triliun, harga sahamnya terpantau stagnan di level 182.975. Namun, BELI yang memiliki market cap terbesar kedua senilai Rp37,3 triliun, mengalami penurunan harga saham sebesar 0,73 persen ke level 272.
Selain itu, MLPT sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar ketiga di IDXTECHNO senilai Rp28,5 triliun, harga sahamnya melorot 2,4 persen ke level 610. Sejumlah saham di sektor ini yang mengalami koreksi harga paling dalam terjadi pada GOTO (-3,8%), TRON (-2,6%) dan WIFI (-2,6%). (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary