Asing Net Sell Rp527,7 Miliar di Pasar Reguler Saat IHSG Naik 0,94%, BMRI Paling Banyak Dilepas

RollingStock.ID – Investor asing mencatatkan penjualan bersih (net foreign sell) Rp527,7 miliar di pasar reguler pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (21/10) di saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,94 persen ke level 5.328, dengan BMRI menjadi saham yang paling banyak dijual asing.
Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, nilai pembelian investor asing di pasar reguler sebesar Rp6,14 triliun, sedangkan penjualan yang dilakukan asing mencapai Rp6,67 triliun. Dengan demikian, sepanjang perdagangan kemarin terjadi net foreign sell di pasar reguler senilai Rp527,7 miliar.
BBCA menjadi saham dengan net foreign buy terbesar di pasar reguler, yakni mencapai Rp448 miliar. Selanjutnya, BRMS mencatat nilai pembelian bersih investor asing sebesar Rp51,1 miliar dan AMMN senilai Rp37,1 miliar. Sebaliknya, BMRI menjadi saham dengan net foreign sell terbesar Rp227,4 miliar, diikuti ANTM sebesar Rp83,1 miliar dan TLKM senilai Rp75 miliar.
Untuk perdagangan di pasar negosiasi, investor asing mencatatkan nilai pembelian mencapai Rp1,33 triliun, sedangkan penjualan sebesar Rp784,7 miliar. Sehingga, sepanjang perdagangan kemarin investor asing membukukan net foreign buy di pasar negosiasi senilai Rp540,5 miliar.
CARE menjadi saham dengan net foreign buy terbesar di pasar nego, yakni mencapai Rp377,7 miliar, disusul RLCO sebesar Rp53,2 miliar dan BBCA senilai Rp23,1 miliar. Sementara itu, net foreign sell terbesar di pasar nego dialami ASII yang mencapai Rp11,3 miliar, kemudian diikuti SMMA sebesar Rp1 miliar dan MDKA senilai Rp444,2 juta.
Pada perdagangan di seluruh pasar (all market), asing membukukan pembelian Rp7,47 triliun dan penjualan mencapai Rp7,54 triliun, sehingga terjadi net foreign sell Rp70,7 miliar. Tiga saham dengan net foreign buy terbesar di seluruh pasar adalah BBCA mencapai Rp471,2 miliar, CARE Rp377,5 miliar dan BRMS Rp64,7 miliar. Sedangkan net foreign sell terbesar terjadi pada BMRI mencapai Rp226,5 miliar, ANTM Rp83,1 miliar dan ENRG-R senilai Rp82,2 miliar. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary