IDXTRANS Pimpin Lonjakan Indeks Sektoral Saat IHSG Melambung 4,16% di Sesi I

RollingStock.ID – Indeks sektor transportasi (IDXTRANS) mencatatkan kenaikan tertinggi di antara indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan Sesi I perdagangan Selasa (20/10), dengan penguatan 6,5 persen. Posisi berikutnya ditempati indeks sektor properti (IDXPROPERT) yang melonjak 4,63 persen di saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melambung 4,16 persen ke level 5.204.
Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, penguatan IDXTRANS mencapai 6,5 persen sejalan dengan penguatan harga saham GIAA sebesar 5 persen ke level 42. Saat ini GIAA merupakan emiten pemilik market cap terbesar di indeks sektor transportasi senilai Rp17 triliun. TMAS yang memiliki market cap terbesar kedua senilai Rp6,38 triliun, harga sahamnya meningkat 0,9 persen ke level 112.
Adapun SMDR yang memiliki kapitalisasi pasar ketiga di IDXTRANS senilai Rp6,09 triliun, harga sahamnya terpantau melambung 9,41 persen ke level 371. Saham-saham di sektor ini yang mencatatkan kenaikan paling tinggi adalah TRUK yang mengalami ARA (+25%), diikuti NELY (+15%) dan ASSA (+12,1%).
Indeks sektor properti (IDXPROPERT) melambung 4,63 persen. MPRO sebagai emiten pemilik market cap terbesar di sektor ini senilai Rp114 triliun, harga sahamnya tercatat stagnan di level 11.550. Namun, PANI yang merupakan emiten dengan market cap terbesar kedua senilai Rp77,8 triliun, harga sahamnya melejit 4,9 persen ke level 4.280.
Sementara itu, CBDK sebagai salah satu konstituen di (IDXPROPERT) yang memiliki kapitalisasi pasar Rp18,1 triliun, mengalami lonjakan harga saham sebesar 7 persen ke level 3.210. Dua saham di sektor ini yang mencatatkan penguatan paling besar, yakni ROCK (+24,6%) dan ELTY (+21,1%).
Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) tercatat melonjak 3,86 persen. DCII sebagai emiten pemilik market cap terbesar di sektor ini senilai Rp441 triliun, harga sahamnya justru merosot 1 persen ke posisi 185.025. Tetapi, BELI yang merupakan emiten pemilik market cap terbesar kedua senilai Rp39,7 triliun, harga sahamnya melambung 8,21 ke 290. Dua saham di sektor ini yang mencatatkan kenaikan tertinggi adalah UVCR (+15,6%) dan KREN (+14,3%).
Selanjutnya, indeks sektor barang baku (IDXBASIC) melejit 4,52 persen. AMMN sebagai pemilik market cap terbesar di sektor ini Rp253 triliun, mengalami kenaikan harga saham sebesar 0,57 persen ke level 3.500. Lalu, BRPT yang memiliki market cap terbesar kedua senilai Rp123 triliun, harga sahamnya melambung 10,46 persen ke level 1.320.
Adapun TPIA sebagai emiten pemilik kapitalisasi pasar terbesar ketiga di IDXBASIC senilai Rp105 triliun, harga sahamnya melonjak 8,44 persen ke level 1.220. Saham-saham di sektor ini yang mencatatkan penguatan harga paling signifikan adalah AKPI (+21,1%) dan TALF (18,6%).
Berikutnya, indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) meningkat 3,75 persen pada penutupan Sesi I perdagangan hari ini. BREN sebagai emiten pemilik market cap terbesar di sektor ini senilai Rp261 triliun, harga sahamnya melonjak 6,54 persen ke level 1.955. Diikuti TLKM yang memiliki market cap terbesar kedua senilai Rp199 triliun, dengan kenaikan harga saham mencapai 13,56 persen ke level 2.010.
ISAT sebagai salah satu konstituen IDXINFRA dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp52,8 triliun, harga sahamnya terpantau menguat 0,31 persen ke posisi 1.640. Saham-saham di sektor ini yang membukukan peningkatan harga paling signifikan, yakni tercatat pula nama TLKM dan diikuti PGEO (+12,7%) dan PPRE (+11,4%).
Indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) mengalami kenaikan 3,68 persen pada penutupan sesi pertama perdagangan hari ini, dengan penguatan harga saham paling besar terjadi pada BSWD yang mengalami ARA (+20%) dan BBSI (+17,6%). Indeks sektor energi (IDXENERGY) menguat 3,62 persen, dengan kenaikan harga paling tinggi terjadi pada saham.
Indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) melejit 3,18 persen, dengan peningkatan harga saham paling besar terjadi pada SIPD yang mencatatkan ARA (+24,3%) dan AGAR (+20,8%). Indeks sektor barang konsumen nonprimer (IDXCYCLIC) menguat 2,81 persen, dengan kenaikan harga saham tertinggi terjadi pada MKNT yang mengalami ARA (+50%) dan PNSE yang juga mencatatkan ARA (+25%).
Kemudian, indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) meningkat 2,61 persen, dengan penguatan paling tajam terjadi pada saham NTBK (+12,5%) dan BHIT (+12,5%). Sementara itu, indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) mencatatkan kenaikan paling rendah di antara 11 indeks sektoral, yakni sebesar 1,98 persen. Saham di sektor kesehatan yang mengalami kenaikan tertinggi adalah RSCH (+11,3%) dan PEHA (11,2%). (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary