Saham BBCA, BBRI dan BMRI Melonjak, IHSG Rebound Hingga Melejit 5,65% ke 5.278

Ilustrasi – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melambung 5,65 persen ke level 5.278 pada penutupan perdagangan Selasa (20/10), ditopang lonjakan saham perbankan berkapitalisasi besar, yakni BBCA (+7,88%), BBRI (+9,84%) dan BMRI (+9,82%).

Berdasarkan data perdagangan saham di BEI, indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) meningkat 5,07 persen. Penguatan BBCA, BBRI dan BMRI menjadi salah satu penopang kenaikan indeks tersebut di tengah penguatan pasar saham secara luas.

Selain sektor keuangan, indeks sektor transportasi (IDXTRANS) menguat 8,56 persen. GIAA sebagai emiten pemilik market cap terbesar di sektor ini senilai Rp17,9 triliun, harga sahamnya melambung 10 persen atau menyentuh batas atas auto-rejection atas (ARA) di level 44. Adapun TMAS dengan market cap terbesar kedua senilai Rp6,5 triliun, mengalami kenaikan harga saham sebesar 2,7 persen ke level 114.

Sementara itu, HATM sebagai emiten pemilik market cap terbesar ketiga di IDXTRANS senilai Rp6,19 triliun, harga sahamnya melonjak 24,3 persen ke posisi 665. Saham-saham di sektor ini yang mencatatkan kenaikan tertinggi, antara lain adalah TRUK yang mengalami ARA (+25%) yang diikuti HATM dan MPXL (+20,8%).

Berikutnya, indeks sektor barang baku (IDXBASIC) melesat 6,63 persen pada perdagangan hari ini. AMMN sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp270 triliun, harga sahamnya melejit 7,18 persen ke level 3.730. Lalu, BRPT yang memiliki market cap terbesar kedua senilai Rp134 triliun, harga sahamnya melambung 20,08 persen ke level 1.435.

TPIA sebagai emiten pemilik kapitalisasi pasar terbesar ketiga di IDXBASIC senilai Rp110 triliun, mencatatkan kenaikan harga saham hingga sebesar 13,33 persen ke level 1.275. Saham-saham di sektor ini yang mengalami kenaikan harga tertinggi terjadi pada AKPI yang mampu mencatatkan ARA (+24,4%) yang disusul BRPT dan EPAC (+14,6%).

Indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) menempati posisi berikutnya dengan kenaikan 5,61 persen. BREN sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp267 triliun, harga sahamnya melonjak 8,99 persen ke level 2.000. TLKM yang memiliki market cap terbesar kedua senilai Rp204 triliun, harga sahamnya melambung 16,38 persen ke level 2.060.

Adapun ISAT sebagai konstituen IDXINFRA dengan kapitalisasi pasar senilai Rp55,3 triliun, harga sahamnya melejit 4,89 persen ke posisi 1.715. Saham-saham di sektor ini yang membukukan kenaikan harga paling signifikan, antara lain terjadi pada PGEO (+19,3%), HADE (+17,6%) dan KEEN (-17,1%).

Indeks sektor properti (IDXPROPERT) menguat 5,2 persen, dengan penguatan paling tajam terjadi pada BBSS (+25,5%) dan ROCK yang mengalami ARA (+24,6%). Indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) meningkat 4,57 persen, dengan peningkatan terbesar terjadi pada KUAS (+12,9%) dan BHIT (+12,5%). Indeks sektor energi (IDXENERGY) menguat 4,39 persen, dengan kenaikan tertinggi terjadi pada saham ATLA (-3,3%) dan CBRE yang mengalami ARA (+24,8%).

Selanjutnya, indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) menguat 4,2 persen, dengan penguatan paling besar terjadi pada saham AGAR yang mengalami ARA (+24,7%) dan SIPD juga mencatatkan ARA (+24,3%). Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) meningkat 3,93 persen, dengan kenaikan harga saham tertinggi terjadi pada WIFI (+19,5%) dan UVCR (+16,7%).

Indeks sektor siklikal (IDXCYCLIC) mengalami kenaikan 2,66 persen, dengan peningkatan harga saham terbesar terjadi pada MKNT yang mengalami ARA (+50%) dan PNSE yang juga mencatatkan ARA (+25%). Lalu, indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) meningkat 2,25 persen, dengan penguatan terbesar terjadi pada saham RSCH (+13,4%) dan RSGK (+12,4%). (*)

(*)

Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *