
RollingStock.ID – PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP) berencana melakukan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu V (PM-HMETD V) alias rights issue senilai maksimal Rp175 miliar. Aksi ini untuk memenuhi aturan ekuitas minimum perusahaan asuransi sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Mengacu pada Prospektus terkait rencana rights issue AHAP yang diterbitkan di Jakarta, Kamis (9/7), kebutuhan tambahan modal tersebut tercermin dari posisi ekuitas perseroan per 31 Maret 2026 yang hanya Rp176,37 miliar. Artinya, perusahaan Asuransi umum ini membutuhkan tambahan ekuitas Rp73,63 miliar untuk memenuhi batas minimum Rp250 miliar paling lambat 31 Desember 2026.
Manajemen AHAP mengungkapkan, seluruh dana hasil rights issue —setelah dikurangi biaya emisi— akan digunakan untuk modal kerja dan ditempatkan pada instrumen investasi sesuai ketentuan OJK, sehingga dana tersebut tidak dialokasikan untuk ekspansi usaha maupun investasi proyek baru.
Dalam aksi korporasi ini, AHAP menawarkan sebanyak-banyaknya 3,5 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp50 per saham. Setiap pemegang tujuh saham lama berhak memperoleh lima HMETD untuk membeli lima saham baru. Manajemen perseroan menyebutkan, pemegang saham yang tidak menebus HMETD akan mengalami dilusi maksimal 41,67 persen.
Pada sisi lain, PT Asuransi Central Asia (ACA) sebagai pemegang saham utama AHAP telah menyatakan untuk mengeksekusi semua HMETD yang menjadi haknya sebanyak 2.190.245.006 saham atau setara 62,58 persen dari total haknya.
Jika cuma ACA yang mengeksekusi seluruh haknya, sedangkan pemegang saham lain tidak berpartisipasi, maka kepemilikan ACA akan meningkat menjadi 74,14 persen. Sebaliknya, kepemilikan Sendra Gunawan akan terdilusi menjadi 8,39 persen dan porsi masyarakat menurun menjadi 17,47 persen.
Pendanaan yang dilakukan ACA juga tidak seluruhnya berasal dari dana segar. Dari total komitmen penyertaan mencapai Rp109,51 miliar, sebesar Rp30 miliar akan berasal dari konversi pinjaman subordinasi dan sisanya senilai Rp79,51 miliar akan disetor secara tunai pada saat pelaksanaan rights issue.
Emiten yang sahamnya juga dimiliki bos Asia Insurance Group, Tan Kah Ho ini tidak menunjuk pembeli siaga (standby buyer) dalam PM-HMETD V. Apabila setelah pemegang HMETD dan pemesan tambahan memperoleh alokasi masih ada saham yang tidak terserap, maka sisa saham tersebut tidak akan diterbitkan dari portepel AHAP.
Manajemen AHAP telah menyampaikan pernyataan pendaftaran kepada OJK pada 8 Juli 2026 dan berharap rencana rights issue ini bisa mendapat restu dari OJK pada 14 September 2026. Sementara itu, perdagangan dan pelaksanaan HMETD diagendakan berlangsung pada 28 September hingga 2 Oktober 2026. (*)
Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary
